Belajar dari PolyU Hong Kong, Dosen Teknologi Pendidikan UNESA Gali Strategi Membangun Ekosistem Riset Berdaya Saing Global
Hong Kong, Juni 2026 – Membangun reputasi perguruan tinggi di tingkat internasional tidak hanya ditentukan oleh banyaknya publikasi, tetapi juga oleh ekosistem riset, kolaborasi global, dan tata kelola akademik yang berkelanjutan. Pemahaman inilah yang diperoleh Husni Mubarok, dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), saat mengikuti kunjungan akademik ke The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) bersama delegasi UNESA.
PolyU dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia dengan capaian peringkat 54 dunia versi QS World University Rankings dan peringkat 80 dunia versi Times Higher Education (THE). Keberhasilan tersebut menjadikan PolyU sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan budaya riset, inovasi, dan internasionalisasi perguruan tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi UNESA berdiskusi dengan jajaran pimpinan College of Professional and Continuing Education (CPCE), Senior Management Executives, serta akademisi dari Division of Languages and Communication. Berbagai praktik terbaik yang diterapkan PolyU menjadi bahan pembelajaran, mulai dari penguatan kualitas penelitian, pengelolaan data pemeringkatan, strategi publikasi internasional, hingga pembangunan jejaring kolaborasi akademik dengan berbagai institusi dunia.
Bagi Husni Mubarok, kunjungan ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana universitas berkelas dunia membangun budaya akademik yang berorientasi pada kualitas dan dampak.
"Yang menarik dari PolyU bukan hanya pencapaian peringkatnya, tetapi bagaimana seluruh ekosistem akademiknya dirancang untuk mendukung riset yang berkualitas, kolaborasi internasional yang aktif, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal-hal seperti inilah yang penting untuk dipelajari dan diadaptasi," ujarnya.
Sebagai dosen Teknologi Pendidikan, Husni menilai bahwa berbagai praktik yang diterapkan PolyU memiliki relevansi kuat dengan pengembangan bidang teknologi pendidikan, terutama dalam mendorong riset-riset yang responsif terhadap perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analitik pembelajaran, hingga transformasi pembelajaran di era digital.
Menurutnya, kolaborasi internasional juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas dampak inovasi pendidikan. Oleh karena itu, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen maupun mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan untuk semakin aktif menjalin kerja sama lintas negara.
Selain mempelajari strategi pemeringkatan global, kunjungan tersebut turut membuka peluang kolaborasi dalam bentuk penelitian bersama, publikasi ilmiah bereputasi internasional, pertukaran akademisi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Kesempatan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi UNESA, khususnya Program Studi Teknologi Pendidikan, dalam membangun jejaring akademik internasional.
Partisipasi dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan budaya riset, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi global. Upaya tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui pembelajaran langsung dari PolyU, Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA optimistis dapat terus mengembangkan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perubahan, memperkuat daya saing riset, serta menghasilkan inovasi pendidikan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di Indonesia maupun tingkat global.