Dipercaya Jadi Sekretariat Nasional IMATEPSI, HMP TP UNESA Siap Dorong Prestasi dan Kolaborasi
Nusa Tenggara Barat, 12-15 Juni 2026 – Ikatan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan (IMATEPSI) kembali sukses menyelenggarakan agenda rutin dua tahunan yakni Kongres IMATEPSI. Forum tertinggi organisasi mahasiswa tingkat nasional ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban kepengurusan, melainkan juga momentum krusial penentuan arah gerak dunia Teknologi Pendidikan (TP) di Indonesia untuk beberapa tahun ke depan. Dalam kongres yang berlangsung penuh dinamika tersebut, delegasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan (HMTP) Universitas Negeri Surabaya hadir membawa wawasan serta dampak strategis bagi kemajuan keilmuan keorganisasian.
Kongres IMATEPSI periode ini secara resmi menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
kepengurusan periode 2023-2026. Selain evaluasi kinerja, kongres berhasil menetapkan dan mengesahkan Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) serta Anggaran Rumah Tangga (ART) baru yang akan menjadi pijakan panduan bagi kepengurusan selanjutnya. Salah satu momen penting dalam kongres kali ini adalah penyerahan berkas notaris PPAT yang menandai kepastian hukum IMATEPSI kini resmi berdiri sendiri. Kini, IMATEPSI memiliki ruang gerak yang semakin luas untuk menjalin kolaborasi strategis di tingkat nasional maupun internasional tanpa adanya keterkaitan yang membatasi.
Keberhasilan lain yang membawa kebanggaan bagi sivitas akademika UNESA adalah ditunjuknya ruang HMP TP UNESA sebagai Sekretariat Nasional IMATEPSI untuk dua tahun kedepan. Penetapan ini mempertegas posisi UNESA sebagai pusat perhatian dan contoh dalam proses pengembangan keilmuan serta aktivitas mahasiswa Teknologi Pendidikan se-Indonesia. Habil, selaku delegasi TP UNESA yang telah aktif berkontribusi dalam dua periode kepengurusan IMATEPSI termasuk keterlibatannya pada agenda nasional di Banjarmasin dan Lombok menyampaikan bahwa penunjukan ini merupakan peluang besar sekaligus tanggung jawab bagi seluruh mahasiswa TP UNESA. "Ini momentum bagi TP UNESA yang kini menjadi contoh nasional. Ke depan, ruang HMP yang menjadi sekretariat nasional ini harus kita manfaatkan secara optimal untuk menggerakkan prestasi, memperluas relasi, serta memberikan teladan bagi mahasiswa TP di seluruh Indonesia," ujarnya.
Selain forum organisasi, rangkaian kongres menjadi ajang transfer pengetahuan (transfer of knowledge) yang sangat kaya. Peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan para alumni dan praktisi TP yang telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari kementerian, instansi pemerintah, tenaga pendidik, hingga pengembang media pembelajaran. Kongres juga membuka ruang kolaborasi akademis, seperti peluang pertukaran mahasiswa (student exchange) antar-perguruan tinggi pengelola TP di Indonesia, serta memperkuat sinergi dengan asosiasi profesi seperti APSTPI dan IPTPI.
Pasca kongres, langkah nyata yang disiapkan oleh delegasi TP UNESA adalah melakukan konsolidasi internal melalui program sharing session dan sosialisasi masif. Hal ini dilakukan untuk menyambut pembukaan perekrutan terbuka (open recruitment) kepengurusan IMATEPSI periode New Era. Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh mahasiswa TP khususnya mahasiswa baru dapat memahami peta jalan karir, wawasan keilmuan TP secara luas, serta manfaat jaringan nasional yang ditawarkan oleh IMATEPSI. "Kami ingin turun langsung mengajak teman-teman mahasiswa berdiskusi. IMATEPSI adalah wadah dengan nilai tambah (profit) yang sangat besar, baik dari segi wawasan karir maupun relasi. Harapannya, mahasiswa TP UNESA dapat berbondong-bondong mengambil bagian dan menunjukkan jiwa kompetitifnya di tingkat nasional," tutup Habil.
Dengan selesainya Kongres IMATEPSI ini, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa arah baru yang lebih progresif, mengukuhkan peran mahasiswa Teknologi Pendidikan dalam menjawab tantangan transformasi digital pendidikan di Indonesia.
Penulis:
Cinta Fatima Az Zahra (2025A)
Fitria Nurhandayani (2025C)