Dosen Teknologi Pendidikan UNESA Pelajari Strategi Kolaborasi Internasional Berdampak bersama KJRI Hong Kong
Hong Kong, Juni 2026 – Dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Husni Mubarok, mengikuti kunjungan strategis ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong sebagai bagian dari delegasi resmi UNESA. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan kolaborasi internasional yang tidak hanya berfokus pada penandatanganan kerja sama, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Delegasi UNESA dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Dr. Bambang Sigit Widodo, bersama Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah, Prof. Nadi Suprapto. Dalam pertemuan tersebut, rombongan berdiskusi dengan Clemens Triaji Bektikusuma, Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI Hong Kong, mengenai berbagai strategi untuk memperkuat kemitraan internasional yang berkelanjutan.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah tantangan dalam implementasi kerja sama internasional. Menurut Clemens Triaji Bektikusuma, keberhasilan sebuah kolaborasi tidak hanya ditentukan oleh penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), tetapi oleh kemampuan kedua belah pihak dalam menghasilkan luaran yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun institusi.
Diskusi juga menyoroti pentingnya program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berorientasi pada dampak (impact-driven community engagement). Perguruan tinggi didorong untuk merancang kegiatan yang mampu memberikan perubahan nyata melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA, wawasan tersebut menjadi masukan penting dalam mengembangkan kerja sama internasional yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan publikasi ilmiah, tetapi juga pada pengembangan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta implementasi teknologi pendidikan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Husni Mubarok menyampaikan bahwa pengelolaan kemitraan internasional perlu dirancang dengan luaran yang jelas sejak awal agar mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
"Kolaborasi internasional akan lebih bermakna apabila tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi diwujudkan melalui penelitian bersama, publikasi bereputasi, pertukaran akademik, hingga pengembangan inovasi pembelajaran yang dapat diimplementasikan secara nyata. Perspektif yang kami peroleh dari KJRI Hong Kong menjadi pembelajaran berharga untuk memperkuat strategi internasionalisasi Program Studi Teknologi Pendidikan," ujarnya.
Selain memperluas jejaring internasional, kunjungan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun ekosistem kolaborasi yang produktif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai mitra global. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing akademik di tingkat internasional.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi berbasis teknologi pendidikan.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA semakin mempertegas komitmennya untuk membangun kolaborasi internasional yang produktif, menghasilkan riset dan publikasi berkualitas, serta menghadirkan inovasi pendidikan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat nasional maupun global.