Dosen Teknologi Pendidikan UNESA Raih Penghargaan Satyalancana Karya Satya Presiden RI
SURABAYA
— Dedikasi dan
komitmen panjang dalam dunia pendidikan tinggi kembali mendapat apresiasi
tertinggi dari negara. Dua akademisi dari Program Studi Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Dr. Citra Fitri Kholidya, S.Pd, M.Pd
dan Dr. Utari Dewi S.Sn, M.Pd resmi menerima penghargaan Satyalancana Karya
Satya. Tanda kehormatan yang disahkan langsung dengan tanda tangan Presiden
Republik Indonesia ini diberikan atas masa pengabdian 10, 20, hingga 30 tahun
sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di UNESA.
Dalam sesi
wawancara yang berlangsung pada Kamis (20/8), diungkapkan bahwa esensi utama
dari pengabdian di dunia pendidikan adalah penyerahan seluruh potensi diri mulai
dari ilmu, waktu, tenaga, hingga pikiran untuk membangun masa depan generasi
penerus. Momen paling berkesan sepanjang perjalanan akademis bukan sekadar
pencapaian pribadi, melainkan saat melihat para mahasiswa berhasil
menyelesaikan studi dan kembali ke prodi dengan membawa keberhasilan.
Mengantarkan mahasiswa Teknologi Pendidikan menuju pintu kesuksesan menjadi
kepuasan batin terbesar bagi pendidik.
Perjalanan
pengabdian tersebut tentu tidak lepas dari dinamika dan tantangan. Salah satu
tantangan terberat pendidik adalah menghadapi beragam karakter mahasiswa,
terutama mereka yang kurang memiliki kesadaran serta motivasi terhadap
pentingnya perkuliahan dan masa depan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pendekatan
dari hati ke hati dan kepedulian selalu diutamakan. Ketika mahasiswa mengalami
kendala pribadi maupun akademik, pendidik di prodi berupaya hadir memberikan
bimbingan khusus, motivasi, hingga solusi yang nyata termasuk arahan mengambil
cuti sementara jika diperlukan agar mahasiswa tidak sampai mengalami putus
kuliah. Prinsip utamanya adalah memastikan setiap mahasiswa yang masuk ke TP
UNESA dengan niat sukses, dapat melangkah keluar juga sebagai lulusan yang
sukses.
Sebagai penutup,
masa kuliah diharapkan menjadi tempat belajar dan berlatih, baik dalam
menguasai keahlian maupun mengasah keterampilan diri (soft skills). Perkuliahan
tidak hanya memberikan pembekalan teoritis, tetapi juga membentuk pola pikir
kritis, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim melalui penugasan proyek serta
mitra belajar di luar kampus. Keterampilan tersebut diharapkan dapat
diterjemahkan secara nyata saat mahasiswa terjun ke masyarakat dan dunia kerja,
menjadikan ilmu yang diperoleh di Teknologi Pendidikan bermanfaat secara luas
dan berkelanjutan.