Innovative Minds Out Class 2026, Pererat Kekeluargaan Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNESA di Trawas
Mojokerto, 27 September 2026 — Program Studi S1 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menyelenggarakan kegiatan Innovative Minds Out Class (IMO) 2026 pada 25–27 September 2026. Mengusung semangat kebersamaan dan diri, kegiatan yang berlangsung di Villa Emak, Trawas, Mojokerto, ini diikuti oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2026 bersama dari angkatan 2024 dan 2025 serta sejumlah dosen.
IMO merupakan kegiatan yang menjadi kelanjutan dari tradisi Temu Akrab (TA) yang telah dimulai sejak tahun 1983. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dalam satu angkatan, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan lintas angkatan, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni Teknologi Pendidikan. Selain itu, IMO menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh lingkungan perkuliahan sekaligus mengembangkan kemampuan interpersonal dan potensi diri.
Ketua Pelaksana IMO 2026, M. Ainul Yaqin, menjelaskan bahwa pelaksanaan IMO dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa baru untuk membangun kedekatan dan mengenal lingkungan Program Studi S1 Teknologi Pendidikan secara lebih luas.
“IMO merupakan wadah bagi mahasiswa baru untuk berkembang dan bertumbuh, baik dari segi kemampuan interpersonal maupun keterampilan lainnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa baru dapat membangun hubungan yang lebih erat, mengenal lingkungan perkuliahan, serta mengembangkan potensi diri sebagai bagian dari keluarga besar Teknologi Pendidikan,” ujarnya.
Pemilihan Trawas sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan suasana yang berbeda bagi peserta. Lingkungan Trawas yang dinilai dapat memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa yang sehari-hari menjalani aktivitas perkuliahan di Surabaya. Selain itu, lokasi tersebut masih relatif mudah dijangkau dan memiliki berbagai pilihan vila yang dapat menyesuaikan kebutuhan kegiatan.
Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam IMO 2026 adalah Web IMO, yang menggantikan penggunaan Linktree sebagai pusat informasi peserta pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui laman tersebut, peserta dapat mengakses berbagai kebutuhan kegiatan, seperti informasi flashmob , jargon, yel-yel, penugasan, serta informasi lainnya.
Yaqin menjelaskan bahwa kehadiran Web IMO menjadi salah satu upaya panitia untuk mewujudkan representasi informasi yang lebih efektif dan efisien. Meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis berupa bug dan error karena baru pertama kali diterapkan, panitia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan untuk pelaksanaan IMO pada tahun berikutnya.
Selain inovasi dalam penyampaian informasi, berbagai kegiatan selama IMO dirancang untuk membangun interaksi antarpeserta. Kelompok permainan, kegiatan kebersamaan, sharing session , hingga inagurasi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal dan beradaptasi.
Salah satu peserta IMO 2026, Marcell dari kelas 2026C, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti kegiatan. Ia merasa kegiatan tersebut membuat dirinya semakin mengenal teman-teman satu angkatan, baik laki-laki maupun perempuan.
"IMO ini seru dan cukup berkesan. Aku jadi lebih banyak mengenal teman-teman angkatanku. Berbagai kegiatan dan permainan yang disiapkan panitia juga menjadi salah satu hal yang membuat aku senang mengikuti kegiatan ini," ungkapnya.
Bagi Marcell, salah satu momen paling berkesan adalah kegiatan inagurasi. Selain mengikuti penampilan kelompoknya, ia juga ikut meramaikan penampilan kelompok lain. Suasana semakin emosional ketika seluruh rangkaian kegiatan mendekati akhir.
“Waktu acara terakhir sebelum pulang, kami benar-benar sedih karena tidak menyangka kegiatan IMO sudah berakhir. Rasanya seperti flashback semua kebersamaan kelompok dan itu cukup membuat terharu,” tuturnya.
Dosen S1 Teknologi Pendidikan, Favian Avila Syahmi, menilai bahwa IMO memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru mengenal program studi lingkungan secara lebih mendalam. Menurutnya, pengenalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teman sebaya, tetapi juga dengan karakter dosen, suasana akademik, serta lingkungan Program Studi S1 Teknologi Pendidikan.
Salah satu kegiatan yang dinilai paling efektif adalah sharing session bersama dosen. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan untuk memperoleh informasi dan pengalaman secara langsung mengenai kehidupan akademik dan lingkungan Teknologi Pendidikan.
“Nilai penting atau pelajaran utama dalam kegiatan IMO kali ini bukan hanya mengenai teori. Teori memang penting, tetapi ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu etika, sikap, dan karakter. Nilai-nilai tersebut dapat terbentuk melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama IMO,” jelasnya.
Ia juga berharap IMO dapat membantu mahasiswa angkatan 2026 berproses dari pola pikir sebagai siswa menuju pola pikir sebagai mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai memahami tanggung jawab akademik dan mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tahapan selama masa kuliah, termasuk penelitian hingga penyusunan skripsi.
“Setelah mengikuti kegiatan IMO, saya berharap mahasiswa angkatan 2026 dapat menerapkan nilai-nilai dan norma-norma yang mereka peroleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana IMO 2026 berharap kebersamaan yang telah terjalin selama kegiatan tidak berhenti ketika IMO berakhir. Ia berharap mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2026 dapat menjadi angkatan yang kuat, solid, dan mampu saling mendukung hingga menyelesaikan masa studi bersama.
“Harapan saya pribadi, yang paling utama adalah semoga mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2026 dapat menjadi angkatan yang kuat, solid, dan selalu saling bahu-membahu. Saya berharap kebersamaan yang telah dibangun selama IMO tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai, tetapi dapat terus terjaga hingga mereka lulus bersama,” ungkap Yaqin.
Harapan serupa disampaikan Marcell. Ia berharap mahasiswa angkatan 2026 dapat semakin memperkuat rasa kekeluargaan dan tidak membatasi pergaulan hanya pada kelompok tertentu. "Setiap orang mungkin punya rasa nyaman masing-masing untuk berbaur dengan siapa, dan itu wajar. Tapi aku berharap hal tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak mau berbaur dengan teman-teman yang lain. Kalau bisa, hilangkan pikiran buruk apapun karena kita satu keluarga," ujarnya.
Dengan berakhirnya IMO 2026, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan melalui berbagai aktivitas dan kebersamaan selama tiga hari, tetapi juga menjadi awal terbentuknya solidaritas mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2026. Lebih dari sekedar kegiatan luar kelas, IMO menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengenai komunikasi, kerja sama, adaptasi, etika, serta pentingnya membangun hubungan kekeluargaan sebagai bagian dari keluarga besar Teknologi Pendidikan UNESA.
Penulis: Cinta Fatima Az Zahra (2025A)