Kolaborasi Internasional UNESA dan University of Sydney: Eksplorasi Pemanfaatan AI oleh Calon Guru
Surabaya, 1 April 2026 - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi melalui kolaborasi riset internasional bersama University of Sydney. Riset ini melibatkan Dr. Irena Yolanita Mureen, M.Sc., sebagai salah satu peneliti dari UNESA.
Kolaborasi ini bermula dari kunjungan Dr. Jia Ying Neoh ke Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA pada 3 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Irena berperan sebagai moderator dalam kegiatan competency certification program. Dari interaksi akademik tersebut, terjalin diskusi intensif mengenai peluang kerja sama riset, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pendidikan. Setelah kunjungan tersebut, komunikasi berlanjut melalui diskusi daring dan pertukaran gagasan hingga akhirnya terbuka peluang hibah riset dari pusat penelitian di University of Sydney. Proposal penelitian kemudian dikembangkan secara kolaboratif dengan fokus pada kawasan ASEAN, di mana UNESA menjadi mitra dalam konteks lokal Indonesia. Riset ini diharapkan menjadi langkah awal (inkubator) menuju pengembangan penelitian yang lebih luas di tingkat ASEAN.
Riset kolaborasi ini secara khusus mengkaji pemanfaatan Gen-AI oleh calon guru. Fokus utama penelitian adalah bagaimana calon guru tidak hanya memahami penggunaan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk berpikir kritis, mengambil keputusan pedagogis, serta mendukung literasi digital dalam pembelajaran. “Calon guru tidak cukup hanya mampu mengajar, tetapi juga harus mampu menilai informasi, berpartisipasi secara aktif di ruang digital, dan membimbing siswa dalam penggunaan teknologi secara bijak,” ungkap Dr. Irena.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya mengembangkan model pembelajaran yang reflektif dan kritis, khususnya dalam kurikulum pendidikan guru di kawasan ASEAN. Gen-AI diposisikan sebagai alat pendukung pembelajaran yang strategis, bukan sekadar teknologi yang digunakan tanpa arah.
Dalam implementasinya, mahasiswa memiliki peluang untuk terlibat dalam riset ini, baik sebagai partisipan maupun sebagai asisten peneliti. Peran mahasiswa diharapkan tidak hanya sebagai objek penelitian, tetapi juga sebagai mitra yang berkontribusi dalam pengembangan desain pembelajaran yang relevan dengan karakteristik generasi mereka.
Selain itu, kolaborasi ini juga melibatkan berbagai institusi pendidikan lainnya, seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Darussalam Gontor, dan Universitas Ciputra. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat membangun jejaring akademik yang kuat untuk mendukung penelitian kolaboratif di masa mendatang.
Dr. Irena berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu proyek saja, melainkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang mampu memperluas wawasan global dalam bidang pendidikan. Melalui diskusi lintas negara, para peneliti dapat memahami bahwa tantangan dalam dunia pendidikan, seperti peran guru, dinamika sekolah, dan karakter siswa, merupakan isu global yang juga dihadapi oleh berbagai negara di kawasan ASEAN maupun di dunia.
Penulis :
Chantika Yuliana Intan Purwanti
25A