Mahasiswi Teknologi Pendidikan UNESA Raih Juara 1 Dayung Porprov Jatim IX 2025
Malang, Jawa Timur — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Zafa Fatimatuz Zahra berhasil meraih juara 1 cabang olahraga dayung nomor TBR 200 meter putri dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang berlangsung pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025.
Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi di bidang olahraga, tetapi juga menunjukkan bagaimana proses belajar dan pengembangan diri dapat berlangsung melalui berbagai pengalaman di luar ruang perkuliahan. Sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan, Zafa membuktikan bahwa proses belajar dapat hadir melalui latihan, evaluasi, pengalaman, serta upaya untuk terus memperbaiki kemampuan.
Zafa mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih juara 1 merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan latihan dan persiapan secara konsisten. “Prestasi yang aku dapat adalah juara 1 dalam lomba dayung jarak 200 meter di event Porprov IX tahun 2025. Bagi aku, pencapaian ini cukup berkesan karena proses untuk sampai di tahap tersebut membutuhkan latihan, persiapan yang matang,” ujarnya.
Menurut Zafa, kemauan untuk terus belajar dan berlatih menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaiannya. Ia berusaha memahami kekurangan dari latihan sebelumnya dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada latihan berikutnya. Proses tersebut selaras dengan pentingnya evaluasi dalam pembelajaran. Setiap pengalaman menjadi kesempatan untuk melihat apa yang sudah dilakukan, menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki, kemudian menentukan langkah untuk berkembang. Bagi Zafa, proses tersebut tidak hanya diterapkan dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam perjalanan sebagai atlet. Dalam menghadapi pertandingan, Zafa memilih untuk tetap tenang dan fokus. Ia mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum perlombaan, memahami hal-hal yang perlu diperhatikan, kemudian berusaha memberikan kemampuan terbaik ketika pertandingan berlangsung. “Saat lomba berlangsung, aku berusaha tidak terlalu memikirkan hasil dan lebih berfokus menampilkan kemampuan terbaik,” ungkapnya.
Pengalaman Zafa menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu hanya ditentukan oleh hasil akhir. Proses belajar, konsistensi, kemampuan mengevaluasi diri, serta keberanian untuk menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam mencapai sebuah prestasi. Ke depan, Zafa masih ingin mengembangkan kemampuannya di cabang olahraga dayung. Ia menyadari masih banyak hal yang dapat dipelajari dan diperbaiki. Disisi lain, ia juga terbuka untuk mencoba pengalaman baru guna memperluas pengetahuan dan kemampuannya.
Bagi mahasiswa Teknologi Pendidikan, pengalaman Zafa menjadi gambaran bahwa proses belajar tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman, beradaptasi, melakukan evaluasi, dan mengembangkan potensi dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang akademik maupun non akademik. Zafa pun mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba kesempatan baru meskipun merasa belum memiliki kemampuan yang sempurna.
“Jangan takut untuk mencoba hanya karena merasa belum cukup hebat. Ikuti dulu, belajar, dan nikmati prosesnya. Dan jangan merasa cepat puas juga. Karena menang memang menyenangkan, tetapi pengalaman dan keberanian untuk mencoba juga merupakan sebuah pencapaian,” pungkasnya.
Prestasi Zafa menjadi gambaran bahwa belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Dari latihan, kegagalan, evaluasi, hingga keberanian untuk mencoba kembali, setiap proses dapat menjadi pengalaman belajar yang membentuk kemampuan seseorang. Sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan, perjalanan Zafa menunjukkan bahwa belajar adalah proses yang terus berlangsung, di mana pengalaman menjadi bagian penting untuk tumbuh, berkembang, dan menciptakan prestasi.
Penulis : Chantika Yuliana Intan Purwanti (2025A)