Prodi Teknologi Pendidikan UNESA Gelar Kuliah Tamu, Hadirkan Peneliti dari Kazakhstan
SURABAYA – Program Studi S1, S2, dan S3 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kuliah tamu internasional (International Guest Lecture) pada Senin, 1 Desember 2025. Acara yang digelar di Auditorium O1 lantai dua, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA ini menghadirkan pembicara utama Meruyertkozha Toktarbek, Ph.D., dari Departemen Kimia, Al-Farabi Kazakh National University, Almaty, Kazakhstan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung internasionalisasi program studi serta memberikan wawasan kepada para mahasiswa.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dimoderatori oleh ibu Rizki Fitri R. U., S.Pd., M.Sc.. Dalam pemaparannya, Dr. Meruyertkozha mengawali sesi dengan memperkenalkan keindahan alam dan keragaman budaya negara asalnya, Kazakhstan, untuk memberikan pemahaman konteks geografis kepada peserta.
Acara kemudian dilanjutkan pada Sesi inti, yaitu memfokuskan pada pengenalan profil departemen Dr. Meruyertkozha , yakni Department of Chemistry and Technology of Organic Substances, Natural Compounds and Polymers. Dr. Meruyertkozha menjelaskan bahwa departemen tersebut didukung oleh 57 tenaga pengajar kompeten, termasuk 13 profesor, dan menyelenggarakan pendidikan jenjang Sarjana hingga Doktoral dengan pengantar dalam tiga bahasa yaitu Kazakh, Rusia, dan Inggris.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat arah ilmiah utama departemennya, yang mencakup Kimia Organik, Kimia Bahan Alam, Kimia Polimer, serta Imobilisasi Senyawa Aktif. Secara spesifik, grup riset di kampusnya tengah mendalami potensi lokal Kazakhstan melalui penelitian terhadap produk madu, jamur pangan, dan tanaman halofit.
Dosen Teknologi Pendidikan UNESA sekaligus moderator acara, Rizki Fitri R. U., S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memotivasi kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris dan mengurangi rasa minder sekaligus dapat menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk menambah ilmu dan wawasan. "Harapannya dengan acara ini mahasiswa TP akan lebih bisa berkomunikasi dengan orang luar dan melatih kemampuannya, agar kepercayaan dirinya tinggi dalam tampil," ujar Rizki Fitri R. U., S.Pd., M.Sc. dalam wawancara. Ibu Rizki menambahkan bahwa meskipun mahasiswa Gen Z memiliki kemampuan multitasking, mereka sering kali terkendala oleh rasa kurang percaya diri (overthinking). Oleh karena itu, kehadiran pemateri internasional diharapkan dapat menjadi pemantik semangat.
Salah satu peserta, Elang dari S1 Teknologi Pendidikan angkatan 2025, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kuliah tamu ini. Ia mengungkapkan bahwa pandangannya tentang kemajuan negara-negara di luar Eropa dan Amerika menjadi lebih terbuka. "Tadi kita dikasih pandangan bahwa di Kazakhstan itu menurut saya lebih maju daripada negara kita sekarang, seperti tentang Chemical itu berbeda dengan yang saya tahu," ungkap Elang dalam wawancara. Elang juga menambahkan bahwa acara ini memberikan inspirasi baginya untuk bekerja di luar negeri, menjadikan negara seperti Kazakhstan sebagai batu loncatan sebelum menuju negara-negara Eropa.
Acara kuliah tamu ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri. Ke depannya, mahasiswa berharap program studi dapat mendatangkan pembicara dari negara-negara besar lainnya seperti Jerman, Inggris, atau Swiss untuk semakin memperkaya wawasan internasional mereka. Di sisi lain, pihak penyelenggara menyarankan agar mahasiswa dapat lebih mempersiapkan diri dan lebih tepat waktu dalam mengikuti agenda internasional serupa di masa mendatang.
Penulis: Cahya Hafid Abdillah 2024A