Revitalisasi Kurikulum di Era Digital: Temu Kolegial APS-TPI & ICET 2026 Gelar Lokakarya Teknologi Pendidikan di Batu
Mengantisipasi
pesatnya perkembangan integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI)
dalam dunia pendidikan, Temu Kolegial APS-TPI dan ICET 2026 menyelenggarakan
Lokakarya Kurikulum Teknologi Pendidikan pada hari Rabu–Kamis, tanggal 29–30
Juli 2026, bertempat di Amartha Hills Hotel & Resort, Batu. Kegiatan
strategis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk meninjau dan merevitalisasi
struktur kurikulum pendidikan agar tetap adaptif, relevan, serta mampu menjawab
tantangan keilmuan hingga sepuluh tahun ke depan.
Lokakarya
kurikulum ini menghadirkan pakar sekaligus Profesor senior di bidang Teknologi
Pendidikan dari Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. I Nyoman Sudana
Degeng, M.Pd. Sebagai narasumber utama, beliau memaparkan arah perkembangan
keilmuan serta substansi kajian kurikulum Teknologi Pendidikan untuk jenjang
S1, S2, hingga S3 di tengah derasnya arus digitalisasi. Dalam pemaparannya,
Prof. Degeng menegaskan bahwa hakikat Teknologi Pendidikan adalah memfasilitasi
studi dan etika praktik dalam memfasilitasi pembelajaran serta meningkatkan
kinerja melalui penciptaan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya yang
tepat. Beliau menambahkan bahwa hadirnya AI mempermudah proses penyusunan buku
ajar, pembuatan website pembelajaran, pengambilan foto, hingga produksi media
video, yang semuanya kini menjadi domain utama garapan Teknologi Pendidikan.
Dalam
forum tersebut digarisbawahi bahwa mata kuliah dasar keilmuan seperti Teori
Belajar, Psikologi Pendidikan, dan Pengantar Kurikulum relatif stabil sebagai
fondasi utama. Namun, pada ranah pengembangan media pembelajaran terjadi
pergeseran paradigma yang signifikan, dari yang semula fokus pada penggunaan
aplikasi tunggal kini berkembang menjadi pemanfaatan teknologi AI dan berbagai
perangkat lunak multimedia interaktif. Penyesuaian ini sekaligus dilakukan
untuk menguatkan profil lulusan sebagai pendidik dan praktisi TIK, Multimedia,
Animasi, serta Broadcasting di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Selain
penataan kurikulum, lokakarya ini merumuskan langkah taktis implementasi
teknologi dalam pembelajaran. Salah satu keputusan penting yang disepakati
adalah penerapan mata kuliah penguatan berbasis AI yang mulai diberlakukan
secara efektif bagi mahasiswa angkatan 2024 pada semester 7 mendatang. Melalui
mata kuliah tersebut, mahasiswa akan dibekali kemampuan menyusun bahan ajar
interaktif, membangun website edukasi, serta merancang instrumen penilaian
berbasis kecerdasan buatan.
Sementara
itu, pada aspek pengalaman lapangan, kegiatan Praktik Lapangan Persekolahan
(PLP) dan magang kini didesain lebih fleksibel sesuai dengan peraturan terbaru.
Lulusan Teknologi Pendidikan diberi wadah untuk memilih peran yang sesuai
dengan minat mereka, baik berkarir sebagai guru mata pelajaran di sekolah
maupun berfokus sebagai Pengelola Pusat Sumber Belajar (PSB) atau Teknisi
Sumber Belajar profesional. Melalui penyelenggaraan lokakarya ini, diharapkan
prodi Teknologi Pendidikan terus berdiri di garis depan dalam mencetak lulusan
yang tidak hanya menguasai teori belajar, tetapi juga adaptif dan mahir
mengintegrasikan teknologi dalam praktik pendidikan masa depan.