Sebanyak 35 Mahasiswa Baru Teknologi Pendidikan Resmi Dinyatakan Lolos Seleksi Kelas Internasional
SURABAYA – Program Studi Teknologi
Pendidikan (TP) resmi mengumumkan sebanyak 35 mahasiswa baru angkatan 2026 yang
dinyatakan lolos seleksi dan bergabung dalam Kelas Internasional. Adanya Kelas
Internasional ini dirancang agar mahasiswa memiliki wawasan global yang luas, semakin cakap dalam memanfaatkan
teknologi digital, serta untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di kancah
internasional.
Proses seleksi
dan pendampingan yang intensif dari para dosen menjadi kunci utama terpilihnya
para mahasiswa ini. Salah satu mahasiswa baru yang berhasil lolos, Benedicta
Nathania Cahyaningrum dari kelas 2026A, membagikan pengalamannya saat
diwawancarai pada Kamis (21/8).
Benedicta
mengungkapkan bahwa keberaniannya untuk mengambil kesempatan ini tumbuh berkat
dorongan dan kepercayaan dari para dosen pengampu. Meski sempat merasa ragu di
awal, arahan langsung dari dosen menjadi titik balik yang membangkitkan rasa percaya
dirinya.
"Awalnya
saya cukup khawatir karena ini pertama kalinya memasuki lingkup internasional,
apalagi perkuliahan nantinya akan menggunakan bahasa Inggris. Namun, setelah
mendapat tawaran dan pengarahan langsung dari dosen, saya menyadari bahwa
beliau melihat potensi dalam diri saya. Dosen juga memberikan evaluasi positif
terhadap kemampuan pronunciation saya dan mendorong untuk terus
ditingkatkan. Dari situ saya berani mengambil tantangan ini untuk
berkembang," ujar Benedicta.
Sebagai persiapannya
tergabung dalam Kelas Internasional Benedicta aktif memperdalam pemahaman
mengenai konsep pembelajaran kelas internasional serta mengasah keterampilan
berbahasa Inggris secara mandiri agar lebih siap saat perkuliahan dimulai.
Menghadapi
dinamika perkuliahan mendatang, ia tidak menampik adanya tantangan sosial dan
rasa cemas, terutama terkait adaptasi komunikasi serta persiapan program
pertukaran pelajar (student exchange) ke luar negeri. Meski demikian, ia
optimistis dinamika di Kelas Internasional akan terbangun secara inklusif dan
kolaboratif. "Ekspektasi saya, seluruh mahasiswa di kelas ini bisa saling
mendukung dan belajar bersama dari tingkat dasar. Kita berada di titik awal
yang sama untuk saling menguatkan," tambahnya.
Mengakhiri
sesi wawancara, Benedicta memberikan pesan motivasi bagi mahasiswa lain yang
ingin mengambil kesempatan serupa di masa mendatang. Ia menegaskan agar calon
mahasiswa tidak membiarkan rasa ragu menghalangi potensi diri. "Jangan
merasa insecure terlebih dahulu. Rasa takut itu wajar dan dialami oleh
hampir semua orang. Jika kesempatan sudah terbuka, terlebih jika mendapat
dorongan dari dosen, itu pertanda bahwa kita memiliki potensi yang layak untuk
dikembangkan. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba," tutupnya. Melalui
pembukaan Kelas Internasional ini, Program Studi Teknologi Pendidikan terus
berkomitmen menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, dan berdaya
saing global bagi seluruh civitas akademika.
Penulis: Choirun Nisa Eka Aprilianti (2025D)