Summer Camp UNESA Global Engagement Perkenalkan Teknologi Pendidikan kepada Mahasiswa Internasional
Surabaya, — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui UNESA Global Engagement (UGE) menyelenggarakan kegiatan Summer Camp yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan lingkungan akademik di UNESA. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di Program Studi S1 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA, dengan menghadirkan pengalaman belajar sekaligus interaksi lintas budaya bagi para peserta.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk Program Studi S1 Teknologi Pendidikan. Selain memperoleh wawasan mengenai pendidikan dan teknologi, peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan dosen dan mahasiswa serta mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan.
Salah satu peserta Summer Camp , Akhil Srivastava dari India, mengatakan bahwa keikutsertaannya didorong oleh keinginan untuk mengetahui lebih jauh mengenai sistem pendidikan di Indonesia sekaligus mengenal budaya yang ada di dalamnya. “Saya ingin mendalami dan mengetahui sistem pendidikan di sana. Saya juga sedang belajar di Indonesia dan ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Akhil, Summer Camp memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai hal baru, mulai dari bahasa, makanan, lingkungan, hingga budaya Indonesia. Ia juga tertarik untuk bertemu dan berinteraksi dengan lebih banyak orang dari berbagai latar belakang.
Salah satu pengalaman yang menarik bagi Akhil adalah ketika berkunjung ke Program Studi S1 Teknologi Pendidikan. Ia berkesempatan berinteraksi dengan dosen, pengelola program studi, serta mahasiswa Teknologi Pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang tersedia bagi mahasiswa serta informasi mengenai program studi, fasilitas untuk mendukung pembelajaran, dan peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional.
Akhil mengaku tertarik dengan fasilitas yang digunakan mahasiswa Teknologi Pendidikan untuk menyelesaikan berbagai tugas akademik. Menurutnya, tersedianya fasilitas khusus untuk mendukung kebutuhan mahasiswa menjadi salah satu hal yang menarik selama kunjungannya.
"Saya melihat banyak orang yang memiliki tugas masing-masing dan mereka menyediakan berbagai fasilitas untuk membantu menyelesaikan tugas tersebut. Mereka memiliki pengaturan khusus untuk pekerjaan tertentu. Itu cukup menarik bagi saya," jelasnya.
Selain mengenal fasilitas, Akhil juga berkesempatan mengikuti podcast bersama mahasiswa Teknologi Pendidikan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang menyenangkan karena ia dapat berbicara mengenai budaya dan pengalaman masing-masing.
“Saya sangat menikmati pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan. Mereka sangat aktif dan pengalaman saya sangat baik,” tuturnya.
Tidak hanya memberikan pengalaman akademik, Summer Camp juga menjadi ruang pertukaran budaya. Mahasiswa internasional dan mahasiswa Teknologi Pendidikan dapat saling memperkenalkan budaya serta berbagi cerita mengenai negara dan daerah asal masing-masing.
Azizah, salah satu mahasiswa Teknologi Pendidikan yang terlibat dalam kegiatan, mengatakan bahwa kedatangan mahasiswa internasional ke Program Studi S1 Teknologi Pendidikan bukan merupakan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai negara seperti Thailand, Filipina, dan Korea Selatan juga pernah berkunjung.
Meski demikian, menurutnya, setiap kunjungan tetap memberikan pengalaman yang berbeda. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah antusiasme mahasiswa internasional ketika mengikuti podcast.
“Kalau dilihat kemarin, rata-rata mereka pertama kali melakukan podcast, jadi antusiasmenya tinggi banget,” ungkap Azizah.
Ia juga menemukan hal menarik mengenai mahasiswa internasional yang telah tinggal dan menempuh pendidikan di Indonesia. Beberapa di antaranya telah tinggal di Yogyakarta mulai dari beberapa minggu hingga sekitar satu tahun. Apalagi terdapat siswa yang sudah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan cukup baik.
Interaksi antarmahasiswa juga menghasilkan berbagai cerita menarik. Mahasiswa dari India memperkenalkan budaya asalnya, sementara mahasiswa dari Afganistan berbagi cerita mengenai daerah dan kehidupan di negaranya.
Bagi Akhil, pengalaman berinteraksi dengan pelajar Indonesia menjadi salah satu bagian paling berkesan selama mengikuti Summer Camp . Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai budaya dan bahasa lokal.
Ia bahkan mempelajari beberapa kosakata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kata “apik” yang berarti baik, serta ungkapan “apa kabar”. Selain itu, ia juga mendapatkan pengalaman mengenal bahasa dan budaya lokal Surabaya serta mempelajari beberapa bahasa isyarat. “Saya belajar banyak hal. Saya bertemu banyak orang dan belajar banyak budaya. Saya belajar beberapa bahasa daerah, seperti 'apik' dan 'apa kabar', dan juga beberapa bahasa isyarat,” ujarnya. Pengalaman tersebut membuat Akhil berharap dapat kembali mengikuti Summer Camp pada tahun berikutnya.
Bagi mahasiswa Teknologi Pendidikan, kesempatan bertemu dengan mahasiswa internasional juga memberikan pengalaman yang berbeda. Azizah berharap kegiatan seperti Summer Camp dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak mahasiswa Teknologi Pendidikan yang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Menurutnya, interaksi tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menghadirkan cerita dan wawasan mengenai budaya yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya.
“Harapanku sebagai mahasiswa yang berkesempatan bertemu mahasiswa luar negeri, mungkin hal seperti ini tetap terus dilaksanakan. Mahasiswa TP lainnya juga bisa mendapatkan pengalaman seru bersama mahasiswa luar negeri lainnya. Selain mendapatkan pengalaman baru, pasti ada cerita-cerita baru yang kita dapat dari mereka,” ujarnya.
Melalui Summer Camp yang diselenggarakan UNESA Global Engagement, pertemuan antara mahasiswa internasional dan mahasiswa UNESA menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta mengenal keberagaman budaya. Keterlibatan Program Studi S1 Teknologi Pendidikan dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi, fasilitas, dan lingkungan pendidikan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di UNESA.
Penulis: Chantika Yuliana Intan Purwanti (2025A)