Belajar Cara Belajar
Buku Learning How to Learn merupakan versi bergambar dari kursus daring terkenal dengan nama yang sama, karya Barbara Oakley dan Terrence Sejnowski, yang kini bekerja sama dengan Alistair McConville. Buku ini membawa semangat kursus tersebut ke dalam bentuk bacaan yang ringan, penuh ilustrasi, dan sarat dengan tips praktis untuk membantu pembaca memahami bagaimana otak belajar secara efektif. Meskipun ditujukan untuk anak-anak dan remaja, pesan utama buku ini ternyata relevan untuk semua kalangan.
Salah satu hal pertama yang ditekankan adalah bahwa pembaca tidak boleh tertipu oleh label “for kids and teens” pada sampul buku. Menurutnya, siapa pun yang masih memiliki rasa ingin tahu dan dua “otak yang berputar di kepala” akan mendapatkan manfaat besar dari buku ini. Bahkan orang dewasa pun bisa menemukan strategi baru untuk meningkatkan daya ingat, fokus, dan cara memahami informasi dengan lebih baik.
Buku ini berhasil menyampaikan konsep-konsep ilmiah yang kompleks dengan gaya penulisan yang ringan dan penuh ilustrasi menarik. Setiap bab memadukan teori dengan aktivitas reflektif yang membantu pembaca mempraktikkan teknik belajar secara langsung. Misalnya, penjelasan tentang bagaimana cara mengingat nama “Sejnowski” sekaligus menjadi contoh nyata tentang penerapan teknik mnemonik yang sederhana namun efektif.
Salah satu elemen yang disorot dalam ulasan adalah penggunaan footnote yang cerdas. Dalam banyak buku modern, catatan kaki dianggap mengganggu alur membaca, namun penulis buku ini justru menggunakannya untuk memberi jeda alami yang membantu otak beristirahat sejenak sebelum kembali fokus. Menurut pengulas, teknik ini membuat proses membaca menjadi lebih efektif karena memungkinkan otak menyerap informasi dengan ritme yang lebih sehat.
Selain gaya penulisan yang menarik, Learning How to Learn juga menonjol karena banyaknya ilustrasi yang memperkuat pemahaman visual. Pembaca diperkenalkan pada konsep “picture walk”, yaitu cara meninjau isi buku secara cepat menggunakan gambar untuk membangun konteks sebelum membaca teks. Teknik ini mirip dengan metode priming yang digunakan oleh para pembaca cepat, dan terbukti meningkatkan pemahaman sekaligus retensi memori.
Kelebihan lain dari buku ini adalah adanya berbagai aktivitas reflektif dan latihan di akhir setiap bab. Hal ini memungkinkan pembaca untuk menilai seberapa jauh mereka memahami materi yang baru dipelajari. Pengulas membandingkan pendekatan ini dengan buku akademik yang biasanya tidak menyediakan panduan pemahaman, sehingga menjadikan Learning How to Learn lebih interaktif dan ramah bagi pembaca mandiri.
Menariknya, buku ini juga menampilkan pandangan dari Nelson Dellis, seorang atlet memori dunia yang berbagi teknik mengingat luar biasa—termasuk bagaimana menghubungkan memory palace dengan alfabet untuk mempelajari bahasa. Dengan cara ini, pembaca tidak hanya diajarkan teori belajar, tetapi juga diajak melihat bagaimana para ahli benar-benar menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Barbara Oakley sendiri membagikan pengalaman pribadinya dalam mengembangkan metode belajar yang efektif. Ia menekankan pentingnya memahami bagaimana otak beristirahat dan “mengembara” secara alami. Buku ini mengajarkan bahwa ketika pikiran melamun, itu bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari proses otak untuk menghubungkan ide dan memperkuat pemahaman jangka panjang.
Lebih dari sekadar panduan belajar, Learning How to Learn menanamkan filosofi bahwa setiap orang bisa menjadi pembelajar seumur hidup. Buku ini tidak hanya membantu pembaca meningkatkan hasil akademik, tetapi juga mengajarkan cara mengubah kebiasaan berpikir yang menghambat. Dengan memahami bagaimana otak bekerja, pembaca dapat menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan gaya mereka sendiri.
Buku ini bukan sekadar bacaan untuk anak muda, melainkan sumber inspirasi bagi siapa pun yang ingin belajar lebih efektif, berpikir lebih jernih, dan menggunakan waktu dengan lebih bijak. Seperti pesan penutup pengulas video, Learning How to Learn adalah ajakan untuk terus menjelajahi kemampuan otak manusia—karena ketika kita belajar cara belajar, kita sedang membuka pintu menuju potensi terbaik dalam diri kita.