Building Thinking Classrooms in Mathematics karya Peter Liljedahl adalah sebuah panduan revolusioner yang menawarkan pendekatan segar dalam mengubah kelas matematika menjadi ruang yang benar-benar menumbuhkan pemikiran. Melalui penelitian yang berlangsung lebih dari 15 tahun, Liljedahl mengungkapkan bagaimana praktik pembelajaran tradisional sering kali membuat siswa pasif, hanya mengikuti langkah-langkah yang diberikan guru tanpa benar-benar memahami konsep yang dipelajari. Buku ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, dengan menunjukkan cara membangun kelas yang mendorong siswa berpikir aktif, kolaboratif, dan mandiri.
Dalam buku ini, Liljedahl memaparkan 14 elemen utama yang dapat diterapkan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang memicu pemikiran tinggi. Ia merinci bagaimana keputusan sederhana—seperti cara mengelompokkan siswa, media menulis yang digunakan, hingga pola interaksi antara guru dan peserta didik—dapat mengubah dinamika kelas secara drastis. Salah satu temuan paling menarik adalah penggunaan “vertical non-permanent surfaces” seperti papan tulis berdiri, yang ternyata mampu meningkatkan partisipasi dan kreativitas siswa secara signifikan.
Narasi Liljedahl sangat kaya dengan contoh nyata dari kelas-kelas yang ia observasi. Pembaca diajak menyaksikan bagaimana guru yang menerapkan prinsip thinking classroom melihat perubahan dramatis: siswa lebih berani mengambil risiko, lebih antusias memecahkan masalah, dan lebih mampu menjelaskan strategi mereka dengan percaya diri. Liljedahl menempatkan penekanan kuat pada “thinking tasks,” yaitu jenis tantangan matematis yang dirancang khusus untuk mendorong siswa berpikir kritis daripada sekadar menyelesaikan prosedur.
Yang membuat buku ini semakin menarik adalah gaya penulisannya yang lugas, praktis, dan mudah diikuti. Liljedahl tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga memberikan panduan langkah demi langkah yang dapat langsung diterapkan guru di kelas. Ia menunjukkan bahwa perubahan menuju kelas yang berpikir tidak harus drastis atau rumit; bahkan intervensi sederhana pun bisa memulai transformasi besar dalam cara siswa belajar dan berinteraksi.
Building Thinking Classrooms in Mathematics bukan sekadar buku metode mengajar—ini adalah ajakan untuk merevolusi peran guru di kelas. Liljedahl menantang guru untuk berpindah dari “pengajar solusi” menjadi “desainer pengalaman berpikir.” Buku ini pada akhirnya menjadi sumber inspirasi bagi siapa pun yang ingin menghadirkan kelas matematika yang lebih hidup, lebih bermakna, dan benar-benar mengembangkan kapasitas berpikir siswa. Dengan pendekatan yang segar dan bukti yang kuat, karya ini menjadi bacaan wajib bagi pendidik matematika yang ingin membawa pembelajaran ke level berikutnya.