Mendesain Ulang Pada Era Digital
Dalam lanskap bisnis yang terus berubah akibat disrupsi teknologi, banyak organisasi menghadapi dilema besar: bagaimana cara beradaptasi tanpa kehilangan arah dan identitas? Buku Designed for Digital: How to Architect Your Business for Sustained Success karya Jeanne W. Ross, Cynthia M. Beath, dan Martin Mocker hadir untuk menjawab pertanyaan itu. Melalui pendekatan yang sistematis dan berbasis riset mendalam, ketiga penulis mengurai bagaimana perusahaan dapat membangun fondasi digital yang tangguh, bukan sekadar mengejar tren teknologi.
Buku ini lahir dari penelitian panjang di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Center for Information Systems Research, yang meneliti transformasi digital di berbagai organisasi global. Ross dan rekan-rekannya berangkat dari pengamatan bahwa banyak perusahaan gagal dalam upaya digitalisasi karena mereka tidak “dirancang” untuk menjadi digital sejak awal. Mereka tidak memiliki arsitektur organisasi yang memungkinkan integrasi antara teknologi, proses bisnis, dan strategi jangka panjang.
Designed for Digital menegaskan bahwa transformasi digital sejati bukan sekadar memasang teknologi baru atau mengadopsi platform digital. Transformasi itu menuntut perubahan mendasar pada arsitektur bisnis (business architecture) — yaitu bagaimana perusahaan membangun kemampuan digital, mengelola data, serta memfasilitasi inovasi. Dengan kata lain, digitalisasi bukan proyek temporer, tetapi proses desain ulang yang menyeluruh terhadap cara organisasi berpikir dan beroperasi.
Salah satu konsep sentral buku ini adalah ide tentang “Digital Business Platforms” — fondasi teknologi dan organisasi yang memungkinkan perusahaan menciptakan produk dan layanan digital secara cepat, fleksibel, dan terukur. Ross, Beath, dan Mocker menekankan bahwa platform digital ini bukan sekadar sistem IT, melainkan kombinasi dari teknologi, data, proses, dan tata kelola yang saling mendukung. Contoh nyata yang mereka angkat antara lain adalah pengalaman transformasi di perusahaan global seperti LEGO, USAA, dan Schneider Electric.
Selain menyoroti platform digital, buku ini juga memperkenalkan istilah “digitized foundation”, yaitu infrastruktur operasional yang stabil, efisien, dan terdigitalisasi dengan baik. Menurut penulis, tanpa fondasi yang kuat ini, organisasi akan kesulitan membangun kemampuan digital yang berkelanjutan. Dengan ilustrasi nyata, mereka menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan antara efisiensi operasional dan fleksibilitas inovasi digital.
Yang menarik, Ross dan koleganya juga membahas secara mendalam tentang peran kepemimpinan dan budaya organisasi dalam mendukung desain digital. Mereka menegaskan bahwa menjadi perusahaan digital bukan hanya urusan departemen IT, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi. Kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan terbuka terhadap eksperimen menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif.
Secara gaya, buku ini menyajikan teori dan praktik secara seimbang. Ross dan tim menulis dengan bahasa yang lugas dan terstruktur, memudahkan pembaca dari kalangan akademisi maupun praktisi bisnis untuk memahami konsep yang kompleks. Setiap bab dilengkapi dengan studi kasus nyata, membuat pembaca tidak hanya memahami “apa” dan “mengapa”, tetapi juga “bagaimana” sebuah transformasi digital dapat dijalankan secara konkret.
Dari sisi pembelajaran, Designed for Digital memberikan wawasan penting bahwa organisasi modern perlu beralih dari pola pikir “project-based IT” menuju “capability-based digital design”. Artinya, perusahaan harus berhenti memandang digitalisasi sebagai serangkaian proyek teknologi, melainkan sebagai pembangunan kemampuan strategis yang berkelanjutan dan dapat berkembang seiring waktu.
Buku ini sangat relevan bagi para pemimpin bisnis, konsultan transformasi digital, maupun akademisi yang tertarik pada strategi dan arsitektur organisasi. Ia tidak hanya berbicara tentang masa depan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana manusia dan sistem harus berkolaborasi untuk menciptakan nilai baru di era digital. Dengan pendekatan ilmiah namun aplikatif, Designed for Digital menjadi panduan komprehensif bagi siapa pun yang ingin memahami anatomi organisasi masa depan.
Designed for Digital mengajarkan bahwa sukses di era digital bukanlah hasil dari investasi besar dalam teknologi, melainkan hasil dari desain organisasi yang cerdas, adaptif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. Ross, Beath, dan Mocker menunjukkan bahwa menjadi digital berarti membangun kapasitas untuk berubah — terus-menerus, dengan arah yang jelas, dan dengan desain yang matang.