Menemukan Pendidikan Sejati
Educated karya Tara Westover adalah sebuah memoar yang menggugah tentang perjuangan mencari pengetahuan dan kebebasan diri di tengah keterbatasan serta kepercayaan yang mengekang. Buku ini bukan hanya kisah tentang pendidikan formal, melainkan perjalanan spiritual dan emosional seorang perempuan muda untuk memahami siapa dirinya dan apa artinya menjadi “terdidik.” Melalui kisahnya, Westover menantang pembaca untuk merenungkan ulang makna pendidikan sejati.
Tara Westover lahir dan dibesarkan di pegunungan Idaho, Amerika Serikat, dalam keluarga Mormon yang sangat konservatif dan menolak institusi modern. Orang tuanya tidak mempercayai sekolah, rumah sakit, atau pemerintah. Sejak kecil, Tara tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Ia belajar membaca dan berhitung seadanya, tanpa kurikulum atau bimbingan guru. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membantu ayahnya bekerja di tempat rongsokan dan membantu ibunya membuat ramuan herbal.
Namun, di balik keterbatasan itu, tersimpan rasa ingin tahu yang besar dalam diri Tara. Ia mulai mengajar dirinya sendiri, membaca buku-buku sejarah dan matematika secara diam-diam. Keinginan kuat untuk keluar dari dunia sempitnya membawanya pada perjalanan luar biasa—hingga akhirnya ia berhasil masuk ke universitas, dan kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor di Universitas Cambridge. Proses ini bukan hanya pencapaian akademik, melainkan perjuangan untuk membebaskan diri dari kendali keluarga dan pola pikir dogmatis yang telah membentuknya sejak kecil.
Melalui gaya penceritaan yang jujur dan puitis, Westover membawa pembaca masuk ke dunia masa kecilnya yang keras, penuh ketakutan, namun juga penuh rasa cinta yang membingungkan. Ia menggambarkan kehidupan di bawah kendali ayah yang paranoid terhadap pemerintah dan ibu yang pasrah terhadap keyakinan suaminya. Dalam lingkungan semacam itu, pendidikan dianggap sebagai ancaman terhadap iman dan kesetiaan keluarga. Kontradiksi inilah yang menjadi inti konflik batin Tara sepanjang hidupnya.
Salah satu kekuatan terbesar Educated adalah kemampuannya menampilkan kompleksitas hubungan keluarga. Tara tidak sekadar menuduh atau menghakimi. Ia menulis dengan empati dan kejujuran yang menyakitkan—menunjukkan bahwa cinta keluarga dapat berjalan beriringan dengan luka mendalam. Keputusannya untuk meninggalkan keluarganya demi mencari kebenaran adalah langkah berani yang memerlukan pengorbanan besar, termasuk kehilangan rasa memiliki terhadap rumah dan orang-orang yang ia cintai.
Selain kisah personal, Educated juga berfungsi sebagai refleksi sosial. Buku ini memperlihatkan bagaimana pendidikan dapat menjadi alat pembebasan, bukan hanya dari ketidaktahuan, tetapi juga dari pola pikir yang mengekang. Westover menunjukkan bahwa pendidikan sejati bukan semata-mata gelar akademik, melainkan kemampuan untuk berpikir kritis, mempertanyakan keyakinan lama, dan membangun identitas berdasarkan pengalaman serta pengetahuan sendiri.
Dari segi penulisan, Tara Westover memiliki gaya bahasa yang memukau—tajam namun lembut, reflektif namun jujur. Ia menulis bukan untuk mengundang simpati, tetapi untuk menyampaikan kebenaran emosional dari perjalanan hidupnya. Pembaca akan menemukan perpaduan antara kisah traumatis dan momen-momen keindahan kecil yang membuat buku ini begitu manusiawi dan sulit dilupakan. Setiap bab terasa seperti potongan mozaik yang perlahan membentuk gambaran utuh tentang makna kebebasan diri.
Membaca Educated adalah pengalaman yang mengguncang emosi. Banyak pembaca mengaku menangis, marah, sekaligus terinspirasi. Buku ini menyadarkan kita bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk belajar, dan bahkan ketika kesempatan itu datang, perjuangan untuk benar-benar “terdidik” bisa sangat menyakitkan. Westover mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang sekolah, melainkan tentang keberanian untuk melihat dunia dengan mata sendiri.
Di sisi lain, Educated juga menyoroti dilema identitas. Ketika seseorang keluar dari lingkaran nilai dan keyakinan keluarganya, ia tidak hanya kehilangan masa lalu, tetapi juga harus membangun ulang dirinya dari awal. Tara menggambarkan fase ini dengan jujur—rasa bersalah, keraguan, hingga kesepian yang menyertai kebebasan. Namun, di balik semua itu, ada pesan kuat bahwa menjadi diri sendiri adalah bentuk tertinggi dari pendidikan.
Educated adalah buku yang menginspirasi, menggugah, dan sarat makna. Tara Westover menunjukkan bahwa pendidikan sejati lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda dan menolak hidup dalam ketidaktahuan. Buku ini bukan hanya kisah seorang perempuan, tetapi juga cermin bagi siapa pun yang pernah merasa terjebak dalam batasan budaya, agama, atau keluarga. Sebuah bacaan wajib bagi mereka yang percaya bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup—menuju kebebasan, kesadaran, dan kemanusiaan.