Mengenal Aplikasi Berbasis Website "FIGMA"
Figma merupakan salah satu aplikasi desain antarmuka (UI/UX) berbasis cloud yang kini sangat populer di kalangan desainer digital. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan oleh Dylan Field dan Evan Wallace pada tahun 2012, dengan visi untuk membuat alat desain yang dapat digunakan secara kolaboratif langsung melalui browser, tanpa perlu instalasi perangkat lunak berat. Setelah beberapa tahun pengembangan, versi publik Figma resmi diluncurkan pada 2016, dan sejak saat itu, popularitasnya meningkat pesat di dunia desain digital.
Sebelum Figma hadir, sebagian besar desainer menggunakan aplikasi seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau Sketch yang bersifat desktop-based. Keterbatasan alat-alat tersebut dalam hal kolaborasi waktu nyata menjadi salah satu alasan utama mengapa Figma diciptakan. Dylan Field terinspirasi oleh ide “desain yang dapat dilakukan bersama-sama di mana saja,” mirip dengan bagaimana Google Docs memungkinkan banyak orang mengedit dokumen secara bersamaan di cloud. Pendekatan ini menjadi fondasi utama yang membedakan Figma dari kompetitornya.
Sejak diluncurkan, Figma mendapatkan sambutan luar biasa dari komunitas desainer dan perusahaan teknologi. Banyak perusahaan besar seperti Microsoft, Uber, dan Zoom mengadopsinya karena efisiensi kerja tim yang ditawarkan. Tahun 2021, Figma mencapai valuasi lebih dari $10 miliar, menunjukkan kepercayaan tinggi industri terhadap produk ini. Pada 2022, Adobe mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Figma dengan nilai sekitar $20 miliar, meskipun proses akuisisi tersebut masih dalam evaluasi regulasi hingga kini.
Figma digunakan untuk berbagai keperluan desain digital, terutama dalam bidang UI (User Interface) dan UX (User Experience). Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk:
- Mendesain antarmuka aplikasi web dan mobile.
- Membuat prototype interaktif yang mensimulasikan alur navigasi aplikasi.
- Melakukan kolaborasi real-time antar anggota tim desain dan pengembang.
- Mengatur komponen desain sistem (design system) agar konsisten di seluruh proyek.
- Memberikan komentar langsung pada desain, sehingga mempermudah komunikasi antar desainer, developer, dan klien.
Figma unggul karena berbasis web dan cloud-native, yang berarti pengguna tidak perlu instalasi besar dan dapat bekerja di berbagai sistem operasi (Windows, macOS, Linux). Selain itu, fitur autosave, version history, dan plugin ekosistem membuat Figma fleksibel dan efisien. Kemampuan berkolaborasi secara langsung menjadi nilai utama yang mempercepat proses desain hingga pengembangan produk digital.
Tidak hanya di industri teknologi, Figma juga banyak digunakan di dunia pendidikan, terutama dalam program studi Desain Komunikasi Visual, Teknologi Pendidikan, dan Informatika. Mahasiswa dapat menggunakan Figma untuk mempelajari alur desain aplikasi, membuat mockup, hingga memahami prinsip desain antarmuka pengguna. Dengan antarmuka yang intuitif dan fitur gratis untuk pelajar, Figma menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan industri kreatif.
Cover Credit: sessions.edu