Program Studi Teknologi Pendidikan Unesa Raih Dana Riset Besar untuk Penelitian Berbasis AI Lewat Hibah DRTPM 2025
SURABAYA 26/05/2025 - Pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2025, program studi Teknologi pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil memperoleh pendanaan terbesar dari Direktorat Riset, Teknologi, dan pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia untuk Tahun anggaran 2025, dengan total dana hingga Rp. 150 juta untuk penelitian fundamental dan Rp. 60 juta untuk penelitian pascasarjana
Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) merupakan unit di bawah Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti Ristek) yang bertugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan riset, teknologi dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi, serta menjalin kerja sama dengan lembaga nasional maupun internasional. pengumuman penerima hibah disosialisasikan melalui portal Bima (bima.camdiktisaintek) oleh kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada awal Mei 2025, menyusul serangkaian tahapan seleksi administrasi dan substansi. Hibah DRTPM dikenal sebagai salah satu program paling kompetitif dan bergengsi di kalangan akademisi, karena menjadi sumber pendanaan utama riset dan pengabdian tingkat nasional.
Salah satu tim penelitian yang lolos pendanaan pada tahun ini dari Prodi TP UNESA adalah tim yang dipimpin oleh Dr. Syaiputra W.M Diningrat, M. Pd. yang berkolaborasi dengan Prof. Dr. Bachtiar S. Bachri M. pd. sebagai anggota internal dan Dr. Ixsora Gupita Cinantya, M. Pd. Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV), Universitas Esa Unggul sebagai anggota eksternal. Dr. Syaiputra W.M Diningrat, M. Pd. menjelaskan bahwa proposal mereka memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif, yang menjadi salah satu kriteria utama penilaian novelty dan metode penelitian oleh tim peneliti pusat.
Seleksi dilakukan melalui dua tahap, yakni administratif dan substansi. Dalam tahap administratif, setiap isian seperti judul, pendahuluan, hingga metode dibatasi jumlah katanya sesuai ketentuan. Tahap substansi menilai aspek kebaruan, metode, instrumen, rekam jejak peneliti termasuk H-indeks, serta pengalaman kolaborasi. Tim penilai ditunjuk oleh kementerian secara acak dan berasal dari luar institusi.
Setelah lolos seleksi administratif, proposal akan dinilai berdasarkan substansi. Aspek yang menjadi penilaian meliputi kebaruan topik penelitian, kejelasan metodologi, kelayakan instrumen, serta rekam jejak peneliti yang mencakup H-indeks (indeks sitasi ilmiah), pengalaman kolaborasi baik dengan institusi dalam maupun luar negeri, serta relevansi tema dengan isu-isu strategis nasional. Tim penilai ditunjuk langsung oleh kementerian dan berasal dari luar institusi pengusul untuk menjaga objektivitas dan akuntabilitas seleksi.
Selain Dr. Syaiputra W.M Diningrat, M. Pd., terdapat empat dosen lain dari Program Studi Teknologi Pendidikan yang juga berhasil memperoleh pendanaan hibah ini, yaitu :
· Prof. Dr. Mustaji, M. Pd., yang menerima pendanaan untuk penelitian pascasarjana,
· Prof. Dr. Andi Kristanto, M. Pd., dengan dua proposal yang lolos yakni untuk skema fundamental dan pascasarjana,
· Dr. Alim Sumarno, M. Pd., dengan penelitian fundamental di bidang kecerdasan buatan,
· Pak Hirnanda Dimas Pradana, S. Pd, M. Pd., yang juga mengajukan proposal penelitian fundamental bertema AI.
Secara data, pada tahun ini Prodi TP menjadi penerima hibah terbanyak di Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA, hal tersebut memberikan suatu bukti konkret bahwa prodi TP memberikan banyak kontribusi terhadap kapasitas riset di tingkat institusi.
Menutup wawancara, Dr. Syaiputra W.M Diningrat, M. Pd. berharap penelitian ini tidak hanya memperkaya portofolio akademik Prodi TP tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas. “Harapannya riset ini dapat bermanfaat untuk prodi, institusi, dan masyarakat, serta membuka peluang pendanaan lanjutan tahun depan,” tuturnya. Seluruh kegiatan penelitian dijadwalkan selesai dan laporan akhir diserahkan paling lambat Desember 2025, sedangkan kegiatan monitoring dan evaluasi oleh DRTPM akan dilakukan secara berkala selama masa penelitian.
Penulis :
1. Cahya Hafid Abdillah
2. Keysha Naura Sabitha Luthfia
Tim Pewarta :
1. Nur Azizah
2. Yasmina Kautsar
3. Linda Ivianti