UNS dan UNESA Bersinergi: Studi Banding Tingkatkan Kualitas Program Studi Teknologi Pendidikan
SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menerima kunjungan studi banding dari Program Studi S-1 Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS). Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (10/6/2025) ini diikuti oleh 81 mahasiswa angkatan 2024 yang dipimpin oleh Dr. Relly Prihatin, S.Pd., M.Pd. kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengembangan program studi dan fasilitas pembelajaran.
Dr. Relly Prihatin menjelaskan bahwa studi banding ini dilatarbelakangi oleh kondisi Program Studi Teknologi Pendidikan UNS yang masih relatif baru, berdiri sejak tahun 2022 dan belum meluluskan wisudawan pertama. "Prodi S1 Teknologi Pendidikan di UNS baru berusia tiga tahun, sedangkan UNESA sudah memiliki pengalaman panjang. Kami ingin belajar bagaimana mengembangkan program studi dan fasilitas pendukung pembelajaran agar bisa mencontoh standar kualitas yang sudah terakreditasi Unggul," ujarnya.
Saat ini, Program Studi Teknologi Pendidikan UNS telah meraih akreditasi Baik Sekali dan menargetkan peningkatan menjadi akreditasi Unggul bahkan tingkat internasional. Kunjungan ini sangat relevan karena para mahasiswa angkatan 2024 tengah menempuh mata kuliah Manajemen Sumber Belajar, sehingga pengalaman langsung dari UNESA diharapkan dapat memperkaya wawasan mereka.
Selama kunjungan, rombongan UNS berkesempatan mengunjungi berbagai fasilitas unggulan Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA, antara lain laboratorium fotografi, laboratorium podcast, laboratorium video, dan laboratorium microteaching. Selain itu, mahasiswa dan dosen UNS juga mengikuti kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., dengan topik manajemen sumber belajar.
Alwina, mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan UNS angkatan 2024, mengungkapkan kekagumannya. "Dari datang ke sini senang banget. Kita diperlihatkan lab-lab yang ada di TP UNESA dan mendapat ilmu yang bermanfaat juga," ujarnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA, Yasmin, menuturkan bahwa kegiatan ini difasilitasi bersama komunitas-komunitas TP. Yasmin juga mengungkapkan kesannya terhadap antusiasme mahasiswa TP UNS yang sangat tinggi. "Menyenangkan karena teman-teman UNS punya rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka masih semangat belajar meski perjalanan dari Solo cukup jauh," katanya.
Dr. Relly Prihatin menyatakan banyak aspek dari TP UNESA yang akan diadaptasi untuk pengembangan Program Studi TP UNS. "Mulai dari fasilitas, sarana prasarana, kemudian sumber belajar yang ada. Banyak yang ingin kami pelajari dan adaptasi untuk mengembangkan prodi kami," tegasnya.
Kegiatan studi banding ini juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara UNESA dan UNS, termasuk kemungkinan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta kolaborasi melalui organisasi profesi seperti Ikatan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia (IPTPI) dan Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APSTPI) yang menaungi program studi Teknologi Pendidikan di seluruh Indonesia.
Penulis: Auliya 24B
Editor: Azizah 23A