Creative Mind in EduTech: Profil Lulusan yang Adaptif, Inovatif dan Edutechnopreneurship | TP Talk Podcast
Di era digitalisasi yang serba cepat dan dinamis, keberadaan lulusan Teknologi Pendidikan menjadi semakin vital. Hal ini ditegaskan oleh Prof. Andi Kristanto, M.Pd., dosen Teknologi Pendidikan Unesa sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dalam sesi TP Talk Podcast bersama Fikri Arisandy. Menurutnya, transformasi dunia pendidikan menuntut kehadiran tenaga profesional yang mampu menggabungkan keilmuan pedagogi dengan teknologi mutakhir. “Sekarang, mau tidak mau, eranya adalah era digital,” ujar Prof. Andi membuka pembicaraan. “Lulusan Teknologi Pendidikan dibutuhkan bukan hanya di sekolah, tapi juga di berbagai sektor industri.”
Dalam pandangan Prof. Andi Kristanto, M.Pd., peran lulusan Teknologi Pendidikan kini tak terbatas di ruang kelas. Mereka berperan sebagai pengembang sumber belajar digital yang membantu guru memfasilitasi pembelajaran interaktif. Ia mencontohkan keberadaan Pusat Sumber Belajar (PSB) di sekolah-sekolah, yang kerap dikelola oleh tenaga berlatar belakang Teknologi Pendidikan. Di sinilah lulusan program studi tersebut berkontribusi dalam mendesain pengalaman belajar berbasis teknologi yang lebih efisien, menarik, dan mudah diakses.
Unesa sendiri telah mengantarkan program studinya menuju pengakuan nasional dan internasional. Prof. Andi Kristanto, M.Pd. dengan bangga menyampaikan bahwa Teknologi Pendidikan Unesa telah terakreditasi “Unggul” oleh LAMDIK serta akreditasi Internasional FIBAA. “Artinya, lulusan kita diakui di dunia kerja, bahkan di luar negeri,” ujarnya. Pencapaian ini membuka peluang lebih luas bagi para alumni untuk berkiprah di dunia global, baik sebagai pengembang pembelajaran digital, desainer media edukatif, maupun konsultan pendidikan berbasis teknologi.
Menariknya, Prof. Andi Kristanto, M.Pd. menyoroti keterlibatan lulusan Teknologi Pendidikan di dunia industri. Ia menyebut sejumlah perusahaan seperti Ajinomoto Indonesia, TV9, Metro TV, hingga TVRI yang mempekerjakan alumni Teknologi Pendidikan. Para lulusan ini tidak hanya berperan sebagai tenaga pelatih atau pengembang pelatihan (diklat), tetapi juga membantu perusahaan mengoptimalkan pembelajaran karyawan agar lebih produktif. “Profil lulusan Teknologi Pendidikan itu luas,” kata Prof. Andi. “Mereka bisa menjadi pengembang, pendidik, peneliti, hingga wirausahawan.”
Konsep edutechnopreneurship menjadi sorotan tersendiri dalam percakapan tersebut. Prof. Andi Kristanto, M.Pd. menjelaskan bahwa lulusan Teknologi Pendidikan didorong tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan pencipta lapangan kerja (job creator). Dengan bekal keterampilan produksi media seperti fotografi, videografi, dan desain komputer pembelajaran, mahasiswa sudah bisa memperoleh penghasilan bahkan sebelum lulus. “Saya dulu waktu semester enam sudah punya penghasilan sendiri dari proyek media pembelajaran,” kenangnya sambil tersenyum.
Tak berhenti di bidang industri, Prof. Andi Kristanto, M.Pd. juga menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai wadah implementasi ilmu. Kegiatan seperti pelatihan guru, KKN, PLP, hingga magang menjadi sarana mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, esensi pengabdian bukan sekadar berbagi ilmu, tapi memastikan ilmu itu bermanfaat. “Kalau tidak sesuai kebutuhan masyarakat, eman-eman,” katanya dengan logat khas Jawa. Pengalaman tersebut membentuk karakter lulusan yang komunikatif, adaptif, dan solutif terhadap masalah sosial di dunia pendidikan.
Dalam dunia kerja yang menuntut kesiapan tinggi, mahasiswa Teknologi Pendidikan diajak untuk aktif berpartisipasi baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Prof. Andi menekankan pentingnya semangat “manjada wajada” – siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Ia mencontohkan, pengalaman menjadi MC, kameramen, atau penulis naskah di lingkungan kampus seperti di TP Podcast dan kegiatan Komunitas Prodi Teknologi Pendidikan Unesa serta organisasi Himpunan Kemahasiswaan (HMPTP) bisa menjadi bekal nyata untuk karier profesional. “Pengalaman seperti ini sangat berharga. Kalian bukan hanya belajar teori, tapi langsung praktik di dunia nyata,” ujarnya memotivasi.
Namun, Prof. Andi Kristanto, M.Pd. tidak menutup mata terhadap tantangan yang muncul antara teori di perkuliahan dan praktik di lapangan. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dan terus memperbarui diri. Ia menegaskan bahwa kurikulum Teknologi Pendidikan Unesa disusun dengan melibatkan berbagai pihak seperti alumni, mahasiswa, dan stakeholder industri agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, kesenjangan antara teori dan praktik dapat diminimalkan.
Sebagai penutup, Prof. Andi Kristanto, M.Pd. berpesan kepada seluruh mahasiswa Teknologi Pendidikan untuk memanfaatkan waktu studi sebaik-baiknya. “Bekerjalah sungguh-sungguh. Kalau sudah selesai, tinggalkan. InsyaAllah sukses” ujarnya menegaskan prinsip kerja keras dan ketulusan dalam berkarya. Semangat kewirausahaan, kolaborasi, dan pengabdian yang ia sampaikan menjadi refleksi nilai-nilai luhur yang terus dijaga di lingkungan Teknologi Pendidikan Unesa.
Podcast TP Talk kali ini tidak hanya memberi wawasan tentang kiprah Teknologi Pendidikan di era digital, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Karena seperti yang dikatakan Prof. Andi Kristanto, M.Pd., sebaik-baik ilmu adalah yang bermanfaat dan mampu membawa perubahan positif bagi sesama.
Source Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=9NM15Ggmmb4
Penulis:
Tim JTP (Jurnalistik TP)