MAGANG STORY 2025: Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya
Surabaya, 26 November 2025 - Pelaksanaan program magang didasarkan pada visi perguruan tinggi untuk memastikan lulusan memiliki pengalaman kerja nyata dan kompetensi terukur di dunia profesional. Sebanyak 15 mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan angkatan 2023 telah berhasil mengikuti seleksi yang diadakan oleh program studi untuk mengikuti kegiatan magang di institusi militer bergengsi, yakni Akademi Angkatan Laut yang berlokasi di Komp TNI AL Bumi More, Bumi Moro, Morokrembangan, Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur. Dengan Periode program magang yang berlangsung selama 3 bulan penuh mulai dari tanggal 1 Agustus 2025 sampai 31 Oktober 2025.
15 Mahasiswa yang telah lolos seleksi yakni, Istanti Yuanita, Arisatul Adilah, M. Aldi Syaputro, Dimas Ramadhan, Layya Syarifa Edika, M. Dio Maulidin, Aulia Febriyanti, Syifa’ur Rochmania, Aldiana Juang Azhari, Aidy Alland Faustina, Fatika Nasa Amalia, Salsabila Kurnia Syandana, Nadia Yulianingtyas, dan Liliyanti Eka Putri, dan Herlina Alya Rahma. Kemudian 15 mahasiswa ini tersebar menjadi 3 divisi yang berbeda dengan masing masing divisi beranggotakan 5 anak yakni (1) Divisi Media Pembelajaran yang bertugas mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk mendukung proses belajar mengajar bagi dosen ataupun Taruna Akademi Angkatan Laut, beranggotakan Istanti Yuanita, Arisatul Adilah, M. Aldi Syaputro, Dimas Ramadhan, dan Herlina Alya Rahma. (2) Divisi Strategi Pembelajaran yang berfokus pada pengembangan sistem manajemen pembelajaran seperti LMS (Learning Management System) dan penyusunan (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) RPP yang sesuai dengan standar militer, beranggotakan Layya Syarifa Edika, M. Dio Maulidin, Aulia Febriyanti, Syifa’ur Rochmania, dan Aldiana Juang Azhari (3) Divisi Kurikulum yang berperan aktif dalam proses review dan pengembangan kurikulum untuk masing masing program studi agar tetap relevan dengan dinamika tuntutan tugas bagi Perwira Akademi Angkatan Laut, beranggotakan Aidy Alland Faustina, Fatika Nasa Amalia, Salsabila Kurnia Syandana, Nadia Yulianingtyas, dan Liliyanti Eka Putri. Kontribusi langsung ini menjadikan mereka bagian integral dari upaya AAL dalam mencetak calon-calon pemimpin Angkatan Laut yang unggul.
Pembagian 3 divisi tersebut tentunya sangat selaras dengan kompetensi inti program studi Teknologi Pendidikan. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi teknis di bidangnya masing-masing, tetapi juga merasakan langsung ketatnya jadwal dan tingginya standar profesionalisme di lingkungan AAL. Tujuan utama dari kegiatan magang ini adalah memberikan pengalaman praktis dalam skala besar terkait manajemen pendidikan dan teknologi pembelajaran.
Pengalaman paling berharga bagi mahasiswa yang tergabung dalam Divisi Media Pembelajaran adalah keterlibatan langsung mereka dalam proyek pengembangan Game 3D Ship Simulator Multilingual. Simulator canggih ini dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran bahasa dengan materi Navigasi dan Kepelautan bagi Taruna AAL. Keterlibatan mereka mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari desain 3D aset kapal, perancangan User Interface/User Experience (UI/UX), hingga pemrograman. Tantangan terbesar adalah memastikan simulator tersebut berfungsi secara multilingual serta berhasil terintegrasi penuh ke dalam sistem LMS, sehingga setiap Taruna dapat mengakses modul simulasi ini langsung melalui dashboard mereka masing-masing. Proyek skala besar ini membuktikan kemampuan adaptasi dan kompetensi teknis mahasiswa Teknologi Pendidikan dalam menghadirkan solusi pembelajaran berbasis teknologi mutakhir. "Wah, seru banget sih! Awalnya mikir cuma bikin visual 3D biasa, ternyata kami itu diminta buat bikin semua aset kapal, mulai dari navigasi sampai ke anjungan dan harus detail dan akurat banget kayak kapal aslinya. Jadi, kita bolak-balik koordinasi terus sama pembimbing lapangan dari departemen IPTEK biar realistis kapal 3D buat latihan Taruna. Lumayan pusing sih bikin asetnya tapi pas lihat gamenya lancar dipakai, puas banget!" ujar Dimas Ramadhan sebagai desainer 3D dari Divisi Media Pembelajaran.
Kontribusi positif dari para mahasiswa juga mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak instansi Akademi Angkatan Laut. Sekretaris Lembaga (Seklem) Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Pertama TNI Dr. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., pada kegiatan penutupan magang menyampaikan ucapan terimakasih kepada para Mahasiswa Unesa yang telah membantu dalam memberikan masukan yang luar biasa dan akan terus berkelanjutan bagaimana teknologi pendidikan dan manajemen harus terus berkembang. ””
Sekretaris Lembaga (Seklem) Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Pertama TNI Dr. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa pengalaman magang di lingkungan militer merupakan bekal penting bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja yang menuntut adaptabilitas, inovasi, dan kedisiplinan tinggi. Mahasiswa diharapkan terus mengembangkan kompetensi dan menjaga etika profesional. Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama antara UNESA dan AAL perlu dilanjutkan agar inovasi di bidang teknologi pendidikan dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi pengembangan sumber daya manusia pertahanan negara.
Program magang Mobilitas Akademik Magang Berdampak ini membuktikan bahwa lulusan Teknologi Pendidikan memiliki cakupan karier yang luas, bahkan hingga ke institusi pendidikan militer seperti AAL. Keberhasilan 15 mahasiswa angkatan 2023, di bawah DITDIK AAL diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Teknologi Pendidikan Unesa untuk terus mencetak para desainer pembelajaran, pengembang media, dan perancang kurikulum yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di kancah profesional, baik sipil maupun militer.