MAGANG STORY 2025: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur
Enam mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Unesa angkatan 2023, Fakultas Ilmu Pendidikan, melaksanakan kegiatan magang sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan magang ini berlangsung selama empat bulan, mulai 1 September hingga 31 Desember 2025, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Adapun mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Friski Marthreslyn Liu (23010024176), Grace Vany Ginting (23010024005), Theresia Br Sebayang (23010024175), Rizqia Margareta (23010024177), Dizna Afidiana H.H (23010024158), dan Reyhan Rama Pradipta (23010024012).
Dalam pelaksanaan magang ini, para mahasiswa ditempatkan pada empat bidang yang berbeda di lingkungan BPSDM Jawa Timur, yakni Bidang Pengembangan Kompetensi Dasar dan Administrator; Bidang Unit Pelaksana Teknis Sertifikasi Kompetensi; Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis; serta Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menerapkan sistem pembelajaran profesional berbasis teknologi.
Selama kegiatan magang, mahasiswa bertanggung jawab dalam berbagai aspek pengelolaan media pembelajaran. Mereka terlibat langsung dalam pembuatan materi presentasi (PPT), desain flyer, dan produksi bumper video untuk berbagai kegiatan. Mahasiswa juga berperan penting sebagai operator teknis dalam berbagai pelatihan, seminar, dan webinar, serta melakukan dokumentasi kegiatan. Selain itu, mereka turut mengelola dan mengembangkan Learning Management System (LMS), membuat animasi, video pembelajaran bagi staf ASN, dan video testimoni untuk keperluan monitoring dan evaluasi.
Salah satu peserta magang, Reyhan Rama Pradipta, menyampaikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan ini. “Magang di BPSDM Jatim memberi kami kesempatan luar biasa untuk menerapkan ilmu teknologi pendidikan secara nyata. Saya tidak hanya mendesain media, tapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan LMS dan menjadi operator teknis dalam pelatihan untuk ASN. Awalnya kami perlu beradaptasi cepat dengan ritme kerja di instansi pemerintah, tapi ini menjadi pembelajaran berharga untuk memahami alur kerja yang lebih profesional,” ungkapnya.
Pihak instansi juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa Teknologi Pendidikan. Menurut Alif, salah satu staf Bidang Fungsional BPSDM, mahasiswa memberikan dampak positif pada kualitas media yang digunakan. “Mahasiswa sangat berkontribusi terutama pada bagian pengelolaan media saat pelaksanaan beberapa kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh bidang fungsional. Saya merasa terbantu, mulai dari perencanaan rapat persiapan pelatihan, pengoperasian media dalam kegiatan pelatihan, pembuatan media ajar, hingga pelaksanaan pelatihan di luar kota,” ujarnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta memperkuat kolaborasi antara Prodi Teknologi Pendidikan dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Penulis : Reyhan Rama Pradipta (2023B)