MAGANG STORY 2025: Balai Diklat Keagamaan Surabaya
Sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan magang di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Ketiganya adalah Linda Mutiarini (NIM 230100125), Muhammad Iqbal Bayu S (NIM 230100122), dan Praditsa Novia Ardhana (NIM 230100127). Kegiatan magang ini berlangsung selama empat bulan, dengan sistem rolling divisi setiap satu bulan sekali, meliputi tim kerja pelaporan pelatihan, tim kerja administrasi pelatihan, dan tim kerja hubungan masyarakat (humas).
Kegiatan magang ini dilaksanakan di lingkungan Balai Diklat Keagamaan Surabaya, yang berlokasi di Jl. Ketintang Madya No.4 Surabaya. Periode magang berlangsung dari September hingga Desember 2025. Selama pelaksanaan magang, para mahasiswa berkesempatan untuk mengenal lebih dekat sistem kerja dan budaya birokrasi di lembaga pelatihan pemerintahan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan tenaga keagamaan.
Tujuan dari kegiatan magang ini adalah untuk memberikan pengalaman nyata di dunia kerja, mengasah kompetensi profesional, serta mengintegrasikan ilmu teknologi pendidikan dengan praktik administrasi dan manajemen pelatihan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses pengelolaan diklat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan. Selain itu, mahasiswa juga belajar beradaptasi dengan ritme kerja lembaga pemerintah yang menuntut kedisiplinan, ketelitian, serta tanggung jawab tinggi.
Selama empat bulan magang berlangsung, ketiga mahasiswa aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan, seperti pengarsipan data pelatihan, pembuatan laporan kegiatan, penyusunan dokumen administrasi, hingga publikasi berita dan dokumentasi kegiatan pelatihan. Melalui sistem rolling, mereka berkesempatan untuk memahami berbagai aspek kerja di tiga divisi berbeda. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh menjadi lebih luas dan mendalam dalam konteks penerapan keilmuan teknologi pendidikan di dunia kerja nyata.
Menurut salah satu peserta magang, Linda Mutiarini, kegiatan ini memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengungkapkan, “Magang di Balai Diklat Keagamaan Surabaya menjadi pengalaman yang berkesan. Saya belajar bagaimana mengelola data pelatihan secara sistematis, beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, dan mengaplikasikan kemampuan teknologi pendidikan dalam mendukung kegiatan diklat.”
Sementara itu, pihak instansi melalui salah satu pembimbing magang di BDK Surabaya menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa. “Mahasiswa dari Prodi Teknologi Pendidikan Unesa menunjukkan semangat belajar dan tanggung jawab yang tinggi. Mereka mampu beradaptasi dengan cukup baik, membantu beberapa pekerjaan administrasi maupun dokumentasi kegiatan pelatihan.” ujar Bapak Aziz Fuadi, S.Sos., M.SM., salah satu pembimbing lapangan BDK Surabaya.
Menurut Bapak aziz sebagai mentor magang, bahwa mahasiswa magang yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya telah menjalani tugasnya, "mereka mampu menyesuaikan diri dengan kondisi kerja yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Demikian juga mereka jika diberikan tugas sudah mampu mengerjakan dengan baik, berarti menunjukkan bahwa kompetensi peserta magang sudah sesuai dengan standar kerja yang ada disini".
"Misalnya, mahasiswa magang dilibatkan dalam registrasi peserta, peliputan pelatihan, selain itu juga dilibatkan dalam proses pembalajaran dengan mengikuti zoom pelatihan, jadi mereka memahami bagaimana pembelajaran yang diterapkan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, karena tentunya pembelajaran di lingkungan kampus berbeda dengan pembelajaran di lingkungan pelatihan. Kesan saya untuk mahasiswa Teknologi Pendidikan yaitu mahasiswa mampu merespon dengan baik, mampu mengerjakan dengan baik, dan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan arahan dari pegawai Balai Diklat Keagamaan Surabaya". tutupnya.
Melalui kegiatan magang ini, diharapkan kerja sama antara Program Studi Teknologi Pendidikan Unesa dan Balai Diklat Keagamaan Surabaya dapat terus terjalin dengan baik, sehingga memberikan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi profesional, maupun bagi instansi mitra dalam pengembangan kegiatan pelatihan yang lebih inovatif dan efektif.
Penulis : Linda Mutiarini (2024D)