MAGANG STORY 2025: Dinas Pendidikan Kota Semarang
Sebagai bentuk kegiatan Mobilitas Akademik pada Tahun 2025, salah satu Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Yaitu Maulid Nurvidia, angkatan 2023, melaksanakan magang di Dinas Pendidikan Kota Semarang yang beralamat pada Jl. Dr. Wahidin No.118, Jatingaleh, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50254, pada periode September – Desember 2025 atau pada Semester 5. Kegiatan magang ini merupakan bentuk upaya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di instansi yang bergerak dalam pengelolaan layanan pendidikan. Vidia, begitu ia akrab disapa, merupakan satu-satunya Mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya pada periode tersebut.
”Program magang ini memberikan kesempatan bagi saya untuk memahami proses kerja Dinas Pendidikan mulai dari perencanaan, pengelolaan program, penyusunan laporan, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung administrasi dan lain lainnya. Melalui keterlibatan langsung, saya dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan serta mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola bahkan kurikulum dalam pendidikan daerah.” tutur Vidia menceritakan pengalaman yang didapat selama magang di Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Selama pelaksanaan magang, Vidia ditempatkan pada unit kerja yang berkaitan dengan kurikulum SMP yaitu pada Sub Koor Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP. Berbagai tugas yang dia jalankan meliputi melakukan pengecekan dan koreksi dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), melakukan verifikasi ijazah SMP di Kota Semarang, membuat notulensi dan menyusun laporan kegiatan setiap kali diadakan Workshop Pengembangan Kurikulum. Berbagai aktivitas tersebut memperkaya pengalamannya dalam hal profesionalisme, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi pendidikan di lingkungan birokrasi.
Kegiatan magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Vidia, tetapi juga bagi Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kontribusi mahasiswa dinilai membantu kelancaran dokumentasi program, penyusunan materi publikasi, dan kebutuhan tenaga pendukung dalam sejumlah kegiatan. Kehadirannya sebagai mahasiswa turut memperkuat upaya dinas dalam menyediakan informasi pendidikan yang akurat, terkini, dan mudah diakses oleh masyarakat.
”Menurut saya, selama mengikuti magang di Dinas Pendidikan Kota Semarang saya berkesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan informasi pendidikan terutama pada bidang saya yaitu bidang SMP. Saya terlibat dalam beberapa tanggung jawab utama, di antaranya melakukan pengecekan, peninjauan, dan koreksi dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dari berbagai sekolah, memastikan kelengkapan serta kesesuaian isi dokumen dengan ketentuan yang berlaku. Saya juga menjalankan tugas verifikasi ijazah lulusan SMP untuk memastikan data yang tercatat valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, saya berperan dalam penyusunan notulensi rapat serta pembuatan laporan kegiatan setiap kali Dinas Pendidikan mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum.”, tuturnya bersemangat”.
Lanjutnya, Serangkaian tugas tersebut melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi administratif. Seluruh proses tersebut membuat Vidia memahami bahwa implementasi kebijakan pendidikan di tingkat daerah membutuhkan kolaborasi yang sistematis, komunikasi yang efektif, serta pemanfaatan teknologi informasi yang tepat.
”Melalui pengalaman ini, saya merasa kemampuan analisis, komunikasi, dan manajemen pekerjaan saya berkembang secara signifikan. Selain itu, pengalaman berinteraksi langsung dengan para pegawai dan pejabat dinas turut memberikan pemahaman baru mengenai etika kerja, tata cara pelayanan publik, serta dinamika yang terjadi dalam proses koordinasi antarbiro. Saya belajar bagaimana setiap kegiatan direncanakan dengan matang, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, serta dijalankan dengan mempertimbangkan berbagai aspek administratif maupun teknis. Lingkungan kerja yang profesional juga mendorong saya untuk meningkatkan kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat.” Imbuhnya.
Magang ini juga memberikan kesempatan bagi Vidia untuk mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan perangkat teknologi pendukung pekerjaan, seperti aplikasi pengelolaan data, perangkat desain publikasi, dan berbagai platform komunikasi yang digunakan dalam kegiatan dinas. Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tuntutan kerja di era digital, khususnya dalam lingkup bidang Teknologi Pendidikan yang menuntut integrasi antara aspek teknis dan pedagogis.
Tak hanya itu, keterlibatan dalam kegiatan lapangan seperti monitoring program, pendampingan Acara Dinas Atau Workshop, dan dokumentasi kegiatan memberikan perspektif nyata mengenai bagaimana program pendidikan diterapkan di sekolah-sekolah dan satuan pendidikan lain. Melalui kegiatan tersebut, Vidia dapat melihat secara langsung bagaimana kebijakan diterjemahkan menjadi praktik, tantangan yang muncul di lapangan, serta bentuk dukungan yang diberikan dinas kepada sekolah.
”Secara keseluruhan, pengalaman magang di Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perkembangan diri dan kompetensi profesional saya. Magang ini tidak hanya memperkuat pemahaman saya mengenai dunia kerja, tetapi juga memotivasi saya untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi lebih luas dalam bidang pendidikan di masa mendatang.” tutupnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa, “Mahasiswa dari Prodi Teknologi Pendidikan UNESA menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap lingkungan kerja dinas. Mereka bekerja dengan disiplin, teliti, dan mampu menyelesaikan tugas-tugas administratif maupun dokumentatif dengan hasil yang memuaskan. Kehadiran mahasiswa magang turut membantu kelancaran berbagai kegiatan, khususnya dalam penyusunan laporan dan dokumentasi workshop.. Selain itu, mahasiswa magang juga menunjukkan inisiatif dan kemauan belajar yang kuat. Mereka tidak hanya menunggu instruksi, tetapi aktif bertanya, mencari informasi tambahan, dan berusaha memahami konteks pekerjaan yang sedang dilakukan. Hal ini sangat membantu dalam menjaga efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan, khususnya pada workshop dan program pengembangan kurikulum yang membutuhkan dokumentasi yang rapi dan tepat waktu.”
Penulis:
Maulid Nurvidia (2023C)