MAGANG STORY 2025: Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNESA Laksanakan Magang MBKM di Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Dinas Pendidikan Kota Surabaya kembali menjadi mitra pelaksanaan Magang MBKM bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Pada tahun ini, enam mahasiswa mengikuti program magang pada periode 8 September 2025 hingga 7 Desember 2025, dan ditempatkan pada tiga bidang berbeda, yaitu Bidang Sekolah Dasar, Bidang Sekolah Menengah, dan Bidang IT. Mereka adalah Widhiansyah Nanda Virto Rahardjo & Dema Prastisia (Bidang SekDas), Jasmine Putri Arumsari & Nafisatul Faizah (Bidang SekMen), serta Muhammad Rizqy M & Mohammad Feryl (Bidang IT). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami langsung proses kerja instansi pemerintah dalam mengelola layanan pendidikan. Selain memperkuat kompetensi profesional, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam keterampilan teknis, komunikasi, serta pemecahan masalah di dunia kerja.
Program magang ini juga mendukung capaian pembelajaran lulusan Teknologi Pendidikan, terutama dalam literasi teknologi, analisis kebijakan pendidikan, serta kemampuan produksi media. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori manajemen pendidikan, tetapi juga terjun langsung ke dalam berbagai kegiatan strategis yang melibatkan guru, pengawas sekolah, hingga pemangku kepentingan pendidikan di Kota Surabaya.
Bidang Sekolah Dasar
Pada Bidang Sekolah Dasar, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan besar Dinas Pendidikan Kota Surabaya, seperti Festival Tunas Bahasa Ibu, peringatan Hari Guru, Hari Disabilitas Internasional, dan sejumlah agenda lainnya. Tidak hanya bertugas sebagai dokumentator, mahasiswa juga turut berkontribusi dalam proses perancangan dan pelaksanaan kegiatan sehingga memahami bagaimana sebuah acara pendidikan direncanakan, dikelola, dan dievaluasi.
Selain itu, mahasiswa Bidang SD juga dilibatkan dalam penyusunan soal-soal ujian bagi sekolah dasar serta membantu tugas administratif yang berkaitan dengan layanan kepegawaian dan tenaga pendidik. Pengalaman ini memperkenalkan mahasiswa pada proses kerja bidang pendidikan dasar yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, budaya sekolah, dan keterlibatan masyarakat.
Bidang Sekolah Menengah
Pada Bidang Sekolah Menengah, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung terkait pengelolaan pendidikan jenjang SMP di Kota Surabaya. Bidang ini menjadi salah satu unit yang sangat dinamis karena berfokus pada penyelesaian permasalahan siswa, pengembangan kurikulum, serta peningkatan mutu pembelajaran. Melalui kegiatan pendampingan kasus, mahasiswa memperoleh wawasan baru bahwa siswa rentan atau putus sekolah tidak hanya disebabkan oleh bullying, tetapi juga oleh banyak faktor eksternal seperti kondisi keluarga, tekanan ekonomi, dan kesehatan mental. Pengalaman ini memperdalam pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pendekatan komprehensif dalam menjaga keberlanjutan pendidikan siswa.
Mahasiswa juga berkesempatan mempelajari kurikulum pendidikan di Surabaya secara langsung. Mereka terlibat sebagai dokumentator, notulis, dan pendamping dalam kegiatan Pendampingan Pengembangan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengenai penyusunan instrumen asesmen berbasis HOTS serta proses penjaminan mutu soal. Selain itu, mahasiswa turut menjadi MC dan notulis dalam kegiatan penandatanganan MoU Plastic Clever School dan berkesempatan bertemu dengan berbagai pemangku kebijakan, termasuk perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Semua pengalaman ini memberikan wawasan luas mengenai bagaimana Kota Surabaya mengelola pendidikan SMP secara profesional dan berkelanjutan.
Bidang IT
Pada Bidang IT, mahasiswa bertugas membantu pengelolaan Satuan Profil Pendidikan yang menjadi salah satu instrumen penting dalam pemetaan mutu sekolah. Mahasiswa melakukan pembaruan data, pengecekan ketepatan informasi, serta mendukung penyusunan tampilan visual agar data lebih mudah dipahami oleh publik. Selain itu, mereka juga membantu kebutuhan teknis internal dinas yang berkaitan dengan teknologi informasi, termasuk pengelolaan konten digital dan troubleshooting perangkat kerja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Bidang IT mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana data pendidikan dikelola secara profesional untuk mendukung pengambilan keputusan. Keterlibatan dalam sistem informasi pendidikan ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengolahan data, desain informasi, dan literasi digital—kompetensi yang sangat relevan dengan tuntutan dunia kerja saat ini.
Selain tugas khusus masing-masing bidang, seluruh mahasiswa juga terlibat dalam proyek bersama berupa pembuatan media presentasi interaktif yang diunggah ke platform Sinau Bareng (SIBA) Dispendik Surabaya. Mahasiswa saling bekerja sama dalam dokumentasi foto dan video, pembuatan after movie, serta membantu kebutuhan teknis pada berbagai kegiatan dinas.
Salah satu mahasiswa menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti program ini. “Banyak hal baru yang saya pelajari, terutama tentang bagaimana sebuah program pendidikan direncanakan, dijalankan, dan dipantau. Pengalaman ini sangat berharga untuk mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa. “Mahasiswa magang dari Prodi Teknologi Pendidikan UNESA menunjukkan kemampuan belajar yang cepat, kinerja yang solid, dan inisiatif yang baik. Mereka membantu banyak terutama dalam pengelolaan data dan pembuatan konten digital instansi,” ungkap pembimbing lapangan.
Melalui program magang ini, diharapkan kerja sama antara Prodi Teknologi Pendidikan UNESA dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dapat terus berlanjut sehingga memberikan ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa, sekaligus mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.