MAGANG STORY 2025: PT. Petrokimia Gresik
Pengalaman Magang MBKM di PT Petrokimia Gresik Divisi Pengembangan SDM
Program Magang Bersama Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri. Salah satu tempat pelaksanaannya adalah di PT Petrokimia Gresik, tepatnya pada Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Kegiatan ini diikuti oleh beberapa mahasiswa, seperti Viona Al-Kaisa Harianto Subbag Pelatihan dan Dian Wahyuning Putri Subbag Pelatihan
Magang sebagai bentuk MBKM ini dilaksanakan selama empat bulan, dari September hingga Desember 2025, di kantor Divisi PSDM PT Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan keselarasan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Bagi mahasiswa, ini adalah kesempatan untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun jejaring profesional.
Secara praktis, bentuk kegiatan yang dilakukan selama magang sangat beragam dan aplikatif. Para mahasiswa tidak hanya mengerjakan tugas administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek nyata divisi. Kegiatannya meliputi orientasi perusahaan, penugasan administratif, partisipasi dalam penyusunan modul pelatihan dan analisis kompetensi, pendampingan oleh mentor, hingga kunjungan lapangan ke unit produksi.
Seluruh rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang fungsi strategis Manajemen SDM dalam sebuah industri besar. Mahasiswa mendapat tantangan nyata untuk menerapkan ilmu mereka, sekaligus memberikan perspektif segar bagi perusahaan. Secara keseluruhan, pengalaman magang di PT Petrokimia Gresik ini telah menjadi wadah yang ideal untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Sinergi antara akademi dan industri melalui program MBKM ini diharapkan dapat terus berlanjut, guna meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut salah satu mahasiswa yang mengikuti magang di PT. Petrokimia Gresik Viona Al-Kaisa Harianto “Pengalaman yang sudah saya dapatkan selama empat bulan, saya terlibat langsung dalam proyek nyata seperti menyusun modul pelatihan dan menganalisis data kompetensi karyawan, yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis tetapi juga melatih profesionalisme dalam bekerja. Program ini berhasil menjembatani teori akademis dengan realitas industri, di mana sistem HRIS yang kompleks dan dinamika hubungan industrial menjadi konteks pembelajaran yang sangat berharga. Pengalaman ini secara objektif membuktikan bahwa praktik langsung di lapangan merupakan komponen krusial dalam mematangkan kesiapan kerja mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional."
Penulis: Viona Al-Kaisa Harianto (2023 B)