MAGANG STORY 2025: PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG
Palembang, 2025 — Sebagai bagian dari pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), seorang mahasiswa semester 5 Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Najah, menjalani kegiatan magang selama tiga bulan di PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang. Penempatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari langsung bagaimana proses learning and development berjalan di lingkungan perusahaan korporat berskala nasional.
Selama kegiatan magang, penulis ditempatkan di Departemen Manajemen dan Pengembangan SDM, khususnya pada Bagian Perencanaan Pembelajaran. Bidang tersebut dipilih karena relevan dengan fokus studi yang mencakup desain pembelajaran, media edukasi, dan pengembangan konten kreatif. Terlibat di dalamnya memberikan perspektif baru mengenai bagaimana kebijakan pelatihan karyawan dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi secara sistematis dalam dunia industri.
Tanggung jawab yang diberikan selama masa magang cukup beragam. Penulis berkontribusi dalam penyusunan silabus kepelatihan, membantu mengoordinasikan kegiatan pelatihan dan uji kompetensi, serta memproduksi konten video pembelajaran sebagai media pendukung proses pengembangan SDM. Setiap tugas memberikan pengalaman belajar yang berbeda, mulai dari analisis kebutuhan pelatihan, adaptasi terhadap standar perusahaan, hingga proses revisi dan kolaborasi dengan tim profesional. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, manajemen waktu, dan kerja lintas divisi.
Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan kerja profesional menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam kegiatan magang ini.
“Selama menjalani magang di PT PUSRI, saya merasakan perubahan besar dalam cara saya memahami dunia kerja, khususnya di bidang Learning and Development. Banyak konsep yang sebelumnya hanya saya ketahui dari teori di kelas, kini benar-benar dapat saya lihat penerapannya secara langsung dan menyeluruh. Setiap proses yang saya ikuti mulai dari analisis kebutuhan pelatihan, penyusunan materi, hingga evaluasi pembelajaran membuka pandangan saya bahwa dunia L&D jauh lebih strategis dan kompleks daripada yang saya bayangkan.
"Saya belajar bagaimana sebuah program pembelajaran tidak hanya dibuat untuk memenuhi agenda, tetapi dirancang agar benar-benar menjawab kebutuhan organisasi. Setiap keputusan, baik itu dalam menentukan metode, media, maupun alur materi, selalu melalui proses diskusi, pengkajian, dan koordinasi yang matang antarbagian. Melihat bagaimana tim bekerja dengan detail dan penuh tanggung jawab membuat saya memahami pentingnya kolaborasi dalam menghasilkan program yang berkualitas."
"Lingkungan kerjanya yang profesional namun tetap hangat juga memberi ruang aman bagi saya untuk bertanya, berdiskusi, dan berkembang. Saya merasa dihargai sebagai individu yang sedang belajar, bukan sekadar peserta magang. Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk terlibat dalam beberapa tugas inti menjadi pengalaman yang sangat berarti. Dari kesempatan tersebut, saya belajar bahwa kemampuan tidak hanya diukur dari pengetahuan, tetapi juga dari keberanian mencoba, kesiapan menerima tantangan, serta komitmen terhadap setiap hasil kerja."
"Pengalaman magang ini secara keseluruhan memberikan keyakinan baru bagi saya bahwa dunia Learning and Development adalah bidang yang benar-benar ingin saya tekuni. Bukan hanya karena saya menikmati prosesnya, tetapi karena saya melihat bagaimana pekerjaan ini dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan orang lain maupun organisasi. Hal itu membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi seorang praktisi L&D yang kompeten dan profesional,” ujar penulis.
Sebagai pembimbing kerja praktik, Pak M. Fachri Ardiansyah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi selama melaksanakan magang di Departemen Manajemen dan Pengembangan SDM PT PUSRI. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa Teknologi Pendidikan merupakan pengalaman perdana bagi divisinya, dan justru memberikan perspektif baru yang sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan. “Ini pertama kalinya kami menerima mahasiswa dari Teknologi Pendidikan, dan ternyata kompetensinya sangat related dengan pekerjaan kami, terutama pada perencanaan pembelajaran,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa keilmuan Teknologi Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai proses operasional divisi, mulai dari learning journey, desain pelatihan, hingga pengembangan media pembelajaran. “Ternyata Teknologi Pendidikan ini selaras dengan proses operasional pembelajaran di perusahaan, mulai dari journey, desain, sampai media yang digunakan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan magang, Bapak Fachri menilai bahwa Najah menunjukkan performa yang baik dan mampu memberikan kontribusi yang berarti. “Sejauh ini, Najah cukup bagus di sini. Ia bisa memberikan referensi, insight, dan sudut pandang baru dalam mendesain pembelajaran,” tuturnya. Selain itu, beliau juga mengapresiasi antusiasme dalam mempelajari berbagai tools yang digunakan divisi. “Najah punya rasa ingin tahu yang tinggi dan cepat beradaptasi dengan tools-tools yang kami gunakan. Itu sangat membantu pekerjaan tim,” tambahnya.
Secara keseluruhan, beliau melihat potensi besar bagi Najah untuk berkembang sebagai praktisi Teknologi Pendidikan di masa mendatang dan berharap kerja sama antara Pusri dan mahasiswa Teknologi Pendidikan dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.
Melalui pengalaman ini, penulis mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana keilmuan Teknologi Pendidikan diterapkan secara nyata dalam lingkungan industri. Kegiatan magang di PT Pusri tidak hanya memperkaya keterampilan teknis seperti desain pembelajaran, penyusunan materi pelatihan, dan produksi media edukatif, tetapi juga menjadi proses penting dalam membangun kesiapan mental, kedisiplinan, serta profesionalisme sebagai calon praktisi di bidang pengembangan SDM. Keterlibatan dalam berbagai aktivitas divisi, mulai dari koordinasi pelatihan hingga pendampingan kegiatan kompetensi, memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika manajemen pembelajaran di perusahaan besar.
Pengalaman tersebut sekaligus menegaskan bahwa peran lulusan Teknologi Pendidikan dalam dunia korporat sangatlah strategis. Penulis menyadari bahwa pengembangan pembelajaran bukan hanya berfokus pada pembuatan materi, tetapi lebih jauh berkaitan dengan bagaimana sebuah organisasi membangun kultur belajar, meningkatkan kinerja karyawan, dan menjaga keberlanjutan proses pengembangan kompetensi. Wawasan ini menjadi dasar penting untuk menapaki langkah berikutnya dalam pengembangan diri.
Dengan bekal pengalaman profesional, pengetahuan baru, serta motivasi yang semakin kuat, penulis berharap dapat terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Magang di PT PUSRI menjadi titik awal yang memperkuat orientasi karier penulis untuk menekuni dunia Learning and Development, sekaligus menjadi fondasi berharga dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja ke depan baik di sektor industri maupun lembaga pendidikan.
Penulis : Najah (2023B)