MAGANG STORY 2025: SEAMEO QiTEP in Mathematics
Maksimalkan Potensi Mahasiswa: Program Magang menjadi Simulasi Sebelum Terjun ke Dunia Kerja
Yogyakarta – Sabtu(22/11/2025), lima mahasiswa Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya mengikuti program magang berdampak di lembaga organisasi kementerian ASEAN, lebih tepatnya yang menangani persoalan pendidikan matematika di lingkup regional Asia Tenggara. Berlokasikan di Jl. Kaliurang KM.06, Sambisari, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, SEAMEO QITEP in Mathematics menjadi sasaran yang tepat untuk para mahasiswa Teknologi Pendidikan ini mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang di dapat selama studi di bangku perkuliahan.
Kelima mahasiswa ini yakni Putri Novita Sari, Shofwah Khusniyah, Silvi Fatimatuz Zahroil Batul, Shafira Dian Saraswati, dan Novi Tri Lestari. Dari 5 mahasiswa magang ini kemudian disebar di tiga divisi yang berbeda. Tiga orang mahasiswa yang meliputi Putri, Silvi, dan Novi ditempatkan di divisi Research and Development, Capacity Building and Training(RDCBT). Sementara dua lainnya, Shofwah dan Shafira, masing-masing ditugaskan di divisi Partnership, International Public Relation and Marketing(PIPRM) dan divisi Teaching and Learning Resources, Material Development(TLRMD). Pembagian divisi ini disesuaikan oleh SEAQiM(SEAMEO QITEP in Mathematics) dengan potensi dan kompetensi yang dimiliki oleh tiap-tiap mahasiswa. Dengan hal ini mahasiswa dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk berkontribusi sebanyak mungkin selama menjalani program magang.
Di lain sisi, penugasan dan tanggung jawab yang diberikan oleh tiap divisi tentunya juga tidak sama antar mahasiswa. Di divisi RDCBT para mahasiswa magang ditugaskan untuk turut berkontribusi dalam perancangan pengembangan acara/event yang akan diselenggarakan, mengusulkan ide konsep media pembelajaran untuk penelitian, hingga evaluasi program kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan.
Berbeda dengan RDCBT yang berpusat pada perancangan dan evaluasi progam, di divisi PIPRM, mahasiswa magang biasa ditugaskan untuk membantu publikasi program atau kegiatan yang SEAQiM laksanakan. Bentuk publikasi yang dilakukan seputar desain konten sosial media, poster atau pamflet, dan juga berita artikel. Selain itu shofwah, sebagai satu-satunya mahasiswa magang di divisi PIPRM mengaku kerap diminta untuk menjadi MC kegiatan pelatihan dan turut serta menemani peserta pelatihan selama pelaksanaan program pelatihan. Selain itu ia juga diminta untuk hadir dan mendokumentasikan penyelenggaraan kegiatan kerja sama yang diadakan oleh SEAQiM.
Tidak jauh berbeda dengan penugasan di divisi PIPRM, mahasiswa yang tergabung di divisi TLRMD juga tidak asing dengan tugas seputar designing and developing.
“Kalau di (divisi) PIPRM kan fokusnya di media publikasi ya… nah kalau (divisi) TLRMD lebih ke pembuatan desain material atau media untuk mendukung kegiatan teaching & learning. Contohnya kayak desain poster/infografis seputar pelatihan, layouting, terus kita juga yang bertanggung jawab buat dokumentasi setiap acara atau event yang diadakan.” Ujar Shafira.
Selain penugasan individu yang dibebankan di setiap divisi, mahasiswa magang juga sering diminta untuk turut hadir dalam acara seminar atau workshop yang diadakan oleh SEAQiM. Tidak hanya itu, mereka juga diamanahi untuk mengaktifkan kembali komunitas Kampung STEM yang dinaungi oleh SEAQiM. Di mana komunitas ini memberikan wadah bagi anak-anak di Kampung STEM Joho untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih dekat dengan lingkungan menggunakan pendekatan yang lebih menyenangkan. Dengan ini para mahasiswa berkesempatan untuk serta merta berkontribusi di lingkungan setempat.
Kontribusi mahasiswa magang nyatanya tidak hanya berdampak pada peningkatan kompentensi masing-masing individu saja, tetapi dampak positif lainnya juga turut dirasakan oleh mitra yang bekerja sama,
“Peran mahasiswa magang cukup penting sebagai tenaga pendukung kegiatan. Kehadiran para mahasiswa magang membatu meringankan beberapa pekerjaan teknis dan administratif,” Ucap Febriarto, sebagai Kepala Divisi PIRM di SEAQiM.
“Ada beberapa bagian yang masih perlu pengarahan, tetapi secara keseluruhan mereka bisa mengikuti tugas yang diberikan dan mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu para mahasiswa juga memiliki potensi yang baik. Terutama dari sisi kemauan belajar dan kemampuan menyesuaikan diri.” Imbuh Beliau.
Pelaksanaan magang yang merupakan salah satu bentuk program MBKM(Merdeka Belajar Kampus Merdeka) memberikan banyak manfaat baik bagi mahasiswa maupun mitra. Dengan diselenggarakannya program magang ini, mahasiswa dapat menyeleraskan antara teori yang didapat di kampus dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Program magang dapat menjadi simulasi awal bagi mahasiswa untuk lebih mengenal dunia industri dan bagaimana sistem yang berlangsung di dalamnya.
Penulis : Shofwah Khusniyah (2023 A)